Tanda Daycare Aman yang Perlu Dicek Orang Tua, Kasus Yogyakarta Jadi Peringatan Keras

Orang tua yang sedang mencari daycare aman kini punya alasan lebih waspada. Kasus di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, memperlihatkan bahwa tempat penitipan anak yang terlihat tertata belum tentu bebas dari risiko kekerasan, diskriminasi, atau penelantaran.

Polisi disebut menggerebek lokasi pada 24 April 2026 dan menemukan dugaan kekerasan terhadap sedikitnya 53 anak dari total 103 anak yang terdaftar. Polresta Yogyakarta juga menetapkan 13 orang sebagai tersangka, termasuk DK (51) selaku ketua yayasan, AP (42) sebagai kepala sekolah, serta sebelas pengasuh lainnya.

Mengapa kasus ini jadi peringatan serius

Peristiwa ini membuat banyak keluarga meninjau ulang cara memilih tempat penitipan anak. Penilaian hanya dari lokasi, tarif, atau promosi singkat tidak cukup, karena masalah utama justru bisa terjadi dalam pengasuhan sehari-hari yang sulit diawasi langsung.

Psikolog anak dan keluarga Sani B. Hermawan menilai orang tua perlu lebih selektif sejak awal. Ia menekankan pentingnya menelusuri pengalaman lembaga, identitas pendiri, dan profil pengasuh sebelum anak dititipkan.

“Yang pertama dari pengalaman, berapa lama mereka berdiri, siapa yang mendirikan. Kemudian kita juga bisa minta info profil dari orang yang menjaga anak kita di sana,” kata Sani.

Dampak yang tidak berhenti di hari kejadian

Kekerasan pada anak usia dini tidak selalu langsung terlihat dari luar. Psikolog anak dan keluarga Rose Mini mengingatkan bahwa pengalaman buruk dapat memengaruhi rasa aman, emosi, dan kepercayaan diri anak jika tidak ditangani dengan cepat.

Rose menjelaskan bahwa dampaknya bisa berbeda pada setiap anak, tergantung usia dan intensitas peristiwa yang dialami. Dalam teori perkembangan Erik Erikson, bayi usia 0–1,5 tahun berada pada fase trust versus mistrust, sehingga perlakuan buruk dapat mengganggu pembentukan rasa percaya terhadap lingkungan.

Pada usia 1,5–3 tahun, anak memasuki fase autonomy versus shame and doubt. Di tahap ini, bentakan atau perlakuan negatif dapat membuat anak lebih ragu dan takut.

Sementara itu, pada usia 3–6 tahun, anak berada pada fase initiative versus guilt yang penting untuk tumbuhnya rasa percaya diri dan kemampuan mengambil inisiatif. Rose menegaskan bahwa anak tetap bisa pulih dengan dukungan lingkungan yang tepat.

7 tanda daycare aman yang perlu dicek orang tua

Salah satu cara paling dasar untuk mengurangi risiko adalah memeriksa daycare secara menyeluruh sebelum memilih. Berikut tujuh hal yang bisa menjadi acuan:

  1. Rekam jejak lembaga jelas
    Orang tua perlu mengetahui sudah berapa lama daycare berdiri dan siapa pendirinya. Informasi ini membantu menilai konsistensi pengelolaan dan keterbukaan lembaga.

  2. Profil pengasuh bisa diketahui
    Sani menekankan pentingnya mengetahui siapa yang merawat anak di sana. Latar belakang pengasuh sebaiknya jelas, termasuk pendidikan atau sertifikasi yang relevan.

  3. Ada kebijakan pengasuhan yang tegas
    Orang tua perlu menanyakan soal pola makan, jam tidur, penggunaan televisi, dan cara disiplin anak. Kebijakan yang terbuka menunjukkan daycare memiliki standar kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.

  4. Lingkungan bersih dan tertata
    Kondisi tempat harus dilihat langsung, mulai dari kebersihan ruang bermain, area tidur, hingga suasana keseluruhan. Daycare yang aman idealnya memberi rasa nyaman sejak pertama dikunjungi.

  5. Pengasuh punya pengalaman dan pelatihan dasar
    Lembaga yang baik tidak hanya menempatkan orang untuk menjaga anak, tetapi juga memastikan mereka punya pengalaman serta pelatihan pertolongan pertama. Ini penting untuk menghadapi kondisi darurat.

  6. Izin dan akreditasi dapat diperiksa
    Orang tua sebaiknya menanyakan status legal, akreditasi, dan lisensi yang dimiliki lembaga. Dokumen ini menunjukkan daycare berada dalam pengawasan administratif yang jelas.

  7. Pengelola terbuka terhadap evaluasi
    Daycare yang sehat biasanya siap menjawab pertanyaan, menjelaskan prosedur, dan menerima kunjungan mendadak. Sikap terbuka membantu orang tua menilai apakah praktik sehari-hari sesuai dengan yang dijanjikan.

Pengawasan tidak berhenti setelah anak dititipkan

Pemeriksaan sebelum memilih daycare memang penting, tetapi perhatian orang tua tetap dibutuhkan setelah anak mulai dititipkan. Perubahan perilaku seperti takut, murung, atau tidak nyaman saat akan berangkat patut dicermati lebih jauh.

Sani menilai informasi tentang siapa yang mengelola dan siapa yang mengasuh harus tersedia sejak awal. Sementara itu, Rose mengingatkan bahwa pengasuhan anak menyangkut keamanan fisik dan perkembangan psikologis, sehingga pengawasan bersama antara pengelola, orang tua, dan pemerintah menjadi kunci agar tempat penitipan benar-benar aman bagi anak.

Source: lifestyle.bisnis.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer