Tanpa Disadari, 4 Kebiasaan Makan Ini Bisa Bikin Kalsium Sulit Terserap, Tulang Cepat Rapuh

Kalsium yang keluar lewat urin, penyerapan yang terganggu, hingga mineral penting yang ikut terbuang bisa membuat tulang pelan-pelan kehilangan kekuatannya. Kondisi ini sering tidak terasa pada awalnya, sehingga banyak orang baru menyadari masalahnya ketika kepadatan tulang sudah menurun.

Yang membuatnya berisiko adalah kebiasaan makan yang terlihat biasa saja dalam keseharian. Beberapa makanan dan minuman yang sering dikonsumsi ternyata bisa ikut menghambat tubuh mempertahankan kalsium, terutama jika porsinya berlebihan dan berlangsung terus-menerus.

Asupan garam yang terlalu tinggi

Salah satu pemicu yang paling sering luput adalah garam. Banyak orang tidak merasa makan terlalu asin karena sumber sodium justru sering tersembunyi dalam makanan kemasan, olahan, roti, pizza, serta camilan gurih seperti keripik dan popcorn.

Bone Health & Osteoporosis Foundation atau BHOF menjelaskan bahwa makanan tinggi garam dapat membuat tubuh kehilangan kalsium melalui urin. Jika kebiasaan ini terus terjadi, tubuh akan makin sulit menjaga cadangan mineral yang dibutuhkan tulang.

Bayam, kacang-kacangan, teh, dan dedak gandum perlu diatur waktunya

Tidak semua bahan pangan yang terkait dengan tulang harus dihindari. Bayam, kacang-kacangan, teh, dan dedak gandum memang mengandung oksalat serta fitat, yaitu senyawa alami yang dapat mengganggu penyerapan kalsium dari makanan yang dimakan bersamaan.

Dedak gandum bahkan dikenal dapat menghambat penyerapan kalsium dari sumber lain. Karena itu, pengaturannya lebih penting daripada sekadar menghapusnya dari menu, terutama saat dikonsumsi bersama makanan sumber kalsium.

Alkohol ikut memberi tekanan pada kesehatan tulang

Konsumsi alkohol berlebihan juga punya dampak yang tidak ringan. National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases atau NIAMSD menyebut alkohol dapat mengganggu kemampuan tubuh menyerap kalsium dan vitamin D.

Efeknya tidak berhenti pada penyerapan mineral. Dalam jangka panjang, alkohol juga dapat memicu gangguan hormon yang berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang, sehingga struktur tulang menjadi lebih rentan rapuh.

Gula tambahan membuat mineral lebih mudah terbuang

Minuman manis, dessert, permen, sereal manis, dan saus kemasan termasuk kelompok yang perlu dibatasi. Berdasarkan review pada 2018, konsumsi gula berlebihan dapat membuat tubuh kehilangan kalsium, magnesium, dan potassium melalui urin.

Gula juga disebut bisa menurunkan kadar vitamin D dalam tubuh. Saat vitamin D menurun, penyerapan kalsium tidak berjalan maksimal dan proses pembentukan tulang ikut terganggu bila pola makan keseluruhan tidak seimbang.

Mengapa kebiasaan harian jauh lebih menentukan

Keropos tulang tidak muncul hanya karena satu jenis makanan. Risiko ini biasanya terbentuk dari pola makan yang berulang, terutama ketika asupan harian terlalu tinggi garam, gula, alkohol, atau bahan yang menghambat penyerapan kalsium.

Karena itu, membaca label nutrisi menjadi langkah yang membantu. Informasi pada kemasan memudahkan untuk mengenali makanan yang diam-diam tinggi sodium atau gula, sehingga porsi dan frekuensinya bisa lebih mudah dikendalikan.

Langkah sederhana yang masih bisa dilakukan

Makanan tinggi oksalat dan fitat tetap bisa masuk ke menu, tetapi waktu konsumsinya perlu diperhatikan supaya tidak selalu berdampingan dengan sumber kalsium. Merendam kacang sebelum dimasak juga dapat membantu mengurangi kandungan penghambat penyerapan.

Di sisi lain, membatasi makanan olahan dan camilan gurih dapat menekan asupan garam yang sering tidak terasa berlebihan, padahal jumlahnya tinggi. Tulang membutuhkan kalsium, vitamin D, dan mineral lain agar tetap padat, sehingga kebiasaan makan harian sangat menentukan seberapa kuat tubuh mempertahankan strukturnya.

Source: www.beautynesia.id

Berita Terkait