Tanpa Pedal Rem, Aturan Baru AS Buka Jalan untuk Robotaxi Murni

Regulator keselamatan Amerika Serikat tengah menyiapkan perubahan besar yang bisa menghapus kewajiban pedal rem fisik pada mobil yang dirancang sepenuhnya untuk berjalan tanpa pengemudi. Jika disetujui, langkah ini akan menandai penyesuaian penting terhadap aturan yang selama ini disusun untuk kendaraan dengan kendali manual.

Usulan tersebut datang dari National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA melalui kerangka Automated Vehicle Framework. Badan itu ingin memperbarui Federal Motor Vehicle Safety Standards yang dinilai sudah tidak sepenuhnya cocok untuk kendaraan otonom penuh.

Hanya berlaku untuk kendaraan otonom penuh

Perubahan ini tidak menyasar mobil konvensional dan juga tidak mencakup kendaraan otonom yang masih memiliki kontrol manual. Kendaraan yang masih bisa dikemudikan manusia tetap wajib mematuhi standar federal yang berlaku saat ini.

Dengan kata lain, pedal rem, setir, dan kontrol lain tetap harus tersedia pada kendaraan yang memang masih dirancang untuk bisa dikendarai manusia. Perlakuan khusus hanya diberikan kepada kendaraan yang dibangun eksklusif untuk sistem berkendara otomatis atau automated driving systems.

FMVSS 135 ikut disesuaikan

Dalam proposal itu, Federal Motor Vehicle Safety Standard No. 135 akan diubah agar produsen tidak lagi diwajibkan memasang kontrol rem yang dioperasikan dengan tangan atau kaki pada kendaraan otonom khusus. Skema ini membuka jalan bagi robotaxi dan kendaraan swakemudi yang sejak awal tidak disiapkan untuk pengemudi manusia.

Desain seperti Tesla Cybercab, yang diperkenalkan tanpa setir dan pedal, disebut sebagai contoh jenis kendaraan yang dapat diakomodasi oleh aturan baru tersebut. Pada model seperti ini, posisi berkendara untuk manusia memang tidak pernah menjadi bagian dari rancangan awal.

Standar berhenti tetap ketat

Meski pedal rem fisik dihapus dari daftar kewajiban, NHTSA menegaskan bahwa kemampuan berhenti tidak akan dilonggarkan. Setiap kendaraan yang memenuhi syarat tetap harus lolos standar jarak pengereman federal yang sama seperti sekarang.

Badan itu juga menyiapkan prosedur pengujian alternatif untuk memastikan kendaraan otonom dapat berhenti dengan aman ketika diperintahkan oleh sistem berkendara otomatis. Selain itu, NHTSA sedang mengembangkan standar performa tambahan untuk menilai perilaku kendaraan otonom dalam kondisi nyata di jalan.

Masih ada pengawasan keselamatan

Otoritas federal tetap memegang kewenangan untuk menyelidiki cacat keselamatan pada sistem berkendara otomatis. Jika diperlukan, perintah penarikan kembali atau recall tetap dapat dikeluarkan.

Artinya, penghapusan pedal rem bukan berarti pengawasan keselamatan menjadi lebih longgar. Regulasi justru diarahkan agar mengikuti bentuk kendaraan baru tanpa mengurangi kemampuan pemerintah untuk bertindak saat ada masalah teknis.

Bagian dari pembaruan yang lebih luas

Usulan ini merupakan langkah rulemaking kelima dalam Automated Vehicle Framework. Sebelumnya, NHTSA juga telah mengusulkan pembaruan untuk kontrol transmisi, defroster kaca depan, wiper kaca depan, dan persyaratan informasi ban.

Pola ini menunjukkan bahwa sejumlah perlengkapan tradisional mulai dievaluasi ulang untuk kendaraan yang sepenuhnya bergantung pada kamera, radar, lidar, dan komputer di dalam mobil. Dalam kerangka yang sama, cermin spion belakang dan wiper kaca depan juga berpotensi mendapat peninjauan regulasi berikutnya.

Masih tahap usulan

Perubahan ini belum final dan masih berada dalam tahap rulemaking. Sebelum berlaku, NHTSA akan membuka masukan publik melalui Federal Register untuk menilai apakah revisi tersebut layak diterapkan.

Pendukungnya menilai langkah ini bisa menghapus pembatasan desain yang tidak lagi relevan, sambil tetap menjaga standar keselamatan penting. Namun, kritik kemungkinan akan tetap muncul untuk menilai apakah penghilangan kontrol pengemudi tradisional dapat memunculkan risiko baru seiring perkembangan teknologi otonom.

Untuk saat ini, usulan itu menjadi sinyal bahwa aturan keselamatan federal mulai bergerak mengikuti era kendaraan tanpa pengemudi. Di sisi lain, kendaraan semacam itu masih harus membuktikan diri mampu memenuhi tuntutan keselamatan setinggi mobil biasa sebelum benar-benar melaju di jalan umum.

Berita Terkait