Tanpa Steam, Steam Controller Baru Valve Bisa Tak Berguna Di Banyak Game PC

Author: Redaksi Android62

Steam Controller baru dari Valve ternyata membawa satu batasan besar yang langsung memotong kegunaannya di luar Steam. Perangkat ini disebut tidak punya driver Windows native dan bergantung penuh pada aplikasi Steam agar bisa bekerja.

Kondisi tersebut membuat controller ini sangat nyaman hanya untuk pemain yang seluruh koleksinya ada di dalam ekosistem Valve. Begitu game dijalankan dari platform lain, fungsi perangkat bisa langsung terasa jauh lebih sempit.

Ketergantungan pada Steam jadi titik paling krusial

Masalah utama bukan ada pada desain fisik controller, melainkan pada lapisan software. Berdasarkan artikel referensi, Steam Controller baru tidak dirancang untuk dikenali Windows secara mandiri, sehingga Steam menjadi perantara utama agar input bisa diteruskan ke game.

Artinya, jika sebuah game tidak dibuka lewat aplikasi Steam, controller itu pada dasarnya tidak bisa dipakai sebagaimana mestinya. Situasi ini jelas membatasi pemain PC yang selama ini menyimpan game di banyak launcher.

Keterbatasan tersebut juga membuat perangkat ini kurang ramah bagi pengguna yang membeli game dari toko selain Steam. Bagi mereka, controller premium semestinya bisa dipakai lebih luas, bukan hanya saat berada di satu ekosistem tertentu.

Epic Games Store dan Xbox Game Pass ikut terdampak

Kendala kompatibilitas ini paling terasa pada pemain yang aktif di beberapa platform sekaligus. Pengguna Epic Games Store dan Xbox Game Pass disebut berada dalam posisi yang cukup rawan terkena dampaknya.

Artikel referensi juga menyoroti kondisi game yang dipasang melalui aplikasi Xbox di Windows 11. Pada skema itu, akses file dibuat sangat ketat sehingga klien Steam tidak dapat melihat atau terhubung ke file yang terkunci.

Akibatnya, input dari controller tidak bisa diteruskan ke game. Dalam keadaan seperti ini, perangkat yang seharusnya memudahkan bermain justru kehilangan fungsi dasarnya.

Pengguna Game Pass bisa paling merasakan batasannya

Untuk pelanggan Game Pass, masalahnya bisa terasa lebih nyata karena permainan tidak selalu dibeli langsung di Steam. Artikel referensi menyebut bahwa game yang diakses lewat layanan langganan itu bisa saja tidak kompatibel dengan controller baru Valve.

Ada kemungkinan kompatibilitas baru kembali aman jika versi game tersebut dibeli ulang di Steam. Contoh yang dipakai dalam artikel adalah seri Forza Horizon 6, yang disebut lebih aman dijalankan melalui versi Steam dibandingkan versi Game Pass.

Gambaran ini memperlihatkan bahwa pemilik controller tidak cukup hanya melihat spesifikasi perangkat. Lokasi pembelian game justru menjadi faktor penting yang menentukan apakah controller bisa dipakai atau tidak.

Akar masalah ada di sisi software, bukan perangkat keras

Secara teori, situasi ini masih bisa berubah jika Valve menghadirkan pembaruan software. Artikel referensi menyebut kemungkinan hadirnya driver Windows standar agar controller lebih mudah dikenali sistem operasi dan aplikasi lain.

Namun hingga kini belum ada kepastian bahwa solusi resmi seperti itu akan dirilis. Karena itu, kekhawatiran yang muncul cukup sederhana: perangkat ini mungkin akan jauh lebih menguntungkan untuk pemain yang sepenuhnya bertahan di Steam.

Hal tersebut menjadi penting karena dunia game PC sekarang memang tidak lagi terkumpul di satu tempat. Koleksi seorang pemain bisa tersebar di Steam, Epic Games Store, dan layanan berlangganan seperti Game Pass.

Komunitas pernah menemukan jalan keluar

Keterbatasan semacam ini bukan hal yang benar-benar baru di PC. Pada Steam Controller generasi sebelumnya, masalah kompatibilitas juga pernah dibantu oleh alat gratis bernama GlosSI.

Tool itu berfungsi sebagai jembatan agar Steam Controller lama bisa dipakai pada aplikasi dan game di luar Steam. Menurut artikel referensi, GlosSI masih tersedia di GitHub untuk controller generasi lama.

Kehadiran solusi komunitas tersebut memberi gambaran bahwa hambatan serupa mungkin masih bisa disiasati. Meski begitu, kondisi pada controller baru tetap belum bisa dianggap aman tanpa dukungan resmi dari Valve.

Bagi calon pembeli, hal paling masuk akal adalah mengecek dulu di platform mana sebagian besar game berada. Bagi pemain yang hampir selalu memakai Steam, keterbatasan ini mungkin tidak terlalu terasa, tetapi bagi pengguna multi-launcher, absennya driver native Windows bisa membuat pengalaman jauh lebih sempit dari yang diharapkan.

Source: tech.sportskeeda.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru