Xiaomi disebut menaikkan target pengiriman ponsel 2026 menjadi 110 juta unit, bertambah 20 juta unit dari rencana sebelumnya. Lini Redmi, terutama Redmi Note 17, diproyeksikan menjadi penopang penting untuk mengejar volume tersebut.
Langkah ini menunjukkan perubahan keyakinan Xiaomi setelah tekanan biaya komponen mulai mereda. Perusahaan kini melihat peluang memperbesar produksi tanpa terlalu mengorbankan daya saing harga di pasar massal.
Revisi Target Pengiriman Xiaomi
| Indikator | Rencana Sebelumnya | Target Revisi | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pengiriman ponsel 2026 | 90 juta unit | 110 juta unit | Naik 20 juta unit |
| Persentase kenaikan target | – | – | 22% |
Target baru itu berarti kenaikan sekitar 22% dibandingkan rencana pengiriman sebelumnya. Skala tersebut membuat keberhasilan strategi Xiaomi sangat bergantung pada kelancaran pasokan serta respons konsumen di berbagai negara.
Menurut gadget.viva.co.id, Xiaomi sempat dua kali memangkas target pengiriman pada awal 2026. Keputusan itu dipicu kenaikan harga memori yang membuat biaya produksi perangkat meningkat.
Harga Memori Menjadi Penentu
Komponen DRAM dan NAND sebelumnya memberi tekanan besar terhadap margin keuntungan produsen ponsel. Kenaikan biaya tersebut dapat membatasi ruang perusahaan untuk mempertahankan harga yang kompetitif.
Indikasi stabilisasi pasar memori kemudian membuka ruang bagi Xiaomi untuk menyusun target yang lebih agresif. Jika harga komponen berhenti naik atau menurun, perusahaan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam meningkatkan produksi.
Ketersediaan komponen yang lebih aman juga penting bagi model dengan volume penjualan tinggi. Rantai pasok yang lebih stabil membantu produsen menjaga ritme produksi tanpa gangguan yang dapat memengaruhi distribusi.
Redmi Jadi Mesin Volume
Alih-alih mengandalkan ponsel premium, Xiaomi menempatkan perangkat entry-level dan menengah sebagai sumber tambahan pengiriman. Strategi ini sejalan dengan konsumen yang semakin memperhitungkan nilai perangkat terhadap harga yang dibayarkan.
Asia Tenggara, India, Amerika Latin, dan Afrika dinilai masih responsif terhadap ponsel berharga kompetitif. Redmi Note 17 berada pada segmen yang menjangkau pengguna yang membutuhkan perangkat serbaguna tanpa masuk ke kelas flagship.
Xiaomi juga disebut menyiapkan Redmi 17 series dan Redmi K100 series untuk mendukung ambisi tersebut. Kehadiran beberapa lini memungkinkan perusahaan menjangkau kelompok pembeli dengan kebutuhan serta kisaran harga yang berbeda.
Redmi 17 4G disebut membawa baterai 7.500 mAh dan dukungan pengisian cepat 45W. Dua fitur itu dapat memperkuat posisi lini Redmi di segmen ponsel berharga lebih terjangkau.
Persaingan dan Risiko Pasar
Target 110 juta unit belum dikomentari secara resmi oleh Xiaomi. Realisasinya tetap bergantung pada kestabilan harga komponen dan permintaan di pasar utama.
Lonjakan mendadak harga DRAM serta NAND masih menjadi risiko utama bagi perhitungan produksi. Gangguan geopolitik pada rantai pasok juga dapat membatasi ketersediaan komponen.
Persaingan dengan Oppo dan Vivo berpotensi semakin ketat, khususnya di negara berkembang. Apabila target tercapai, skala pengiriman yang lebih besar dapat membantu Xiaomi memperkuat pengembangan AI, IoT, dan ekosistem perangkat pintarnya.







