Tarif Listrik di Rust Belt Melonjak, Pabrik Tua dan Warga Mulai Tertekan AI

Lonjakan biaya listrik di wilayah Rust Belt, Amerika Serikat, kini mulai terasa langsung pada pabrik dan rumah tangga. Di Ohio dan Pennsylvania, tarif listrik dilaporkan naik hingga 90% dalam setahun terakhir, sementara tekanan terbesar datang dari biaya kapasitas jaringan listrik yang ikut melonjak tajam.

Kondisi ini memperlihatkan dampak nyata dari kebutuhan daya untuk pusat data kecerdasan buatan. Di tengah pertumbuhan data center AI, sektor industri konvensional di kawasan tersebut justru menghadapi beban energi yang makin sulit diprediksi.

Biaya kapasitas jaringan ikut meledak

Menurut laporan Reuters yang dikutip CNBC Indonesia, PJM Interconnection sebagai pengelola pasar listrik di wilayah Midwest dan Mid-Atlantic mencatat harga kapasitas melonjak lebih dari 1.000%. Angka itu naik dari US$ 28,92 menjadi US$ 329,17 per megawatt-hari.

Wilayah / EntitasKenaikanAngka PentingDampak
PJM InterconnectionLebih dari 1.000%Dari US$ 28,92 menjadi US$ 329,17 per megawatt-hariBiaya kapasitas naik tajam
Pennsylvania31% YoYTarif listrik industriTekanan besar ke pabrik
Ohio26% YoYTarif listrik industriBiaya operasional naik
Rumah tangga di Pennsylvania14%Kenaikan tarif listrikWarga ikut terbebani
Rumah tangga di Ohio9%Kenaikan tarif listrikWarga ikut terbebani

Pusat data AI menyerap porsi besar dari kenaikan kebutuhan listrik itu. Sekitar 40% dari total nilai lelang jaringan listrik terbaru senilai US$ 16,4 miliar disebut dialokasikan untuk menopang kebutuhan data center.

Pabrik tua ikut merasakan tekanannya

Salah satu contoh paling mencolok datang dari Belden Brick Company di Sugarcreek, Ohio. Produsen batu bata berusia 141 tahun itu melaporkan capacity charge bulanan naik dari US$ 1.600 menjadi US$ 12.000.

Perusahaan yang produknya digunakan di bangunan ikonik seperti The Alamo dan Universitas Notre Dame itu menyebut tidak ada penambahan mesin maupun shift kerja. Meski begitu, perubahan pada jaringan listrik di sekitarnya membuat tagihan ikut membengkak.

Tekanan serupa juga dirasakan banyak pelaku manufaktur lain di Rust Belt. Mereka menghadapi kenaikan biaya yang sulit dikendalikan, sementara margin usaha terus tergerus oleh komponen energi yang meningkat lebih cepat dibanding bisnis skala kecil dan rumah tangga.

Ancaman bagi industri konvensional

Dalam kajian data energi komprehensif serta wawancara dengan puluhan perwakilan pabrik dan advokat industri, Reuters menemukan bahwa situasi ini belum menunjukkan tanda mereda. Jika pembebanan tarif energi tidak diatur lebih adil, risiko kebangkrutan bagi industri manufaktur konvensional dinilai makin dekat.

Jurang beban antara kebutuhan listrik AI dan kemampuan sektor riil untuk menyerap biaya tambahan semakin lebar. Selama tekanan pada jaringan listrik regional terus berlanjut, pabrik-pabrik lokal di Ohio dan Pennsylvania akan tetap berada dalam posisi paling rentan.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terkait