Tarwiyah Jatuh Sehari Sebelum Arafah, Ini Niat Dan Keutamaannya Pada 25 Mei 2026

Bagi umat Islam yang ingin menandai hari-hari menjelang Iduladha, puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan sunnah yang sering mendapat perhatian lebih. Pada 2026, ibadah ini diperkirakan jatuh pada Senin, 25 Mei 2026, dan posisinya yang hanya sehari sebelum puasa Arafah membuatnya mudah masuk dalam agenda ibadah.

Kedekatan waktunya dengan Arafah menjadikan Tarwiyah terasa istimewa. Banyak yang melihatnya sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal, memperkuat doa, dan menyiapkan diri menyambut Hari Raya Kurban dengan hati yang lebih tenang.

Tarwiyah dikenal sebagai puasa sunnah yang dianjurkan menjelang Iduladha. Karena berada di antara hari-hari yang dimuliakan, ibadah ini kerap dijalankan sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam praktiknya, puasa ini tidak hanya dipahami sebagai rutinitas ibadah biasa. Tarwiyah juga memberi ruang bagi umat Islam untuk menjaga fokus spiritual sebelum memasuki rangkaian puncak Iduladha.

Niat Puasa Tarwiyah

Bagi yang hendak menjalankannya, niat menjadi bagian penting agar ibadah sesuai tuntunan syariat. Lafaz niat puasa Tarwiyah dibaca, “Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”

Dalam tulisan Arab, niat tersebut berbunyi: نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى. Bacaan ini menegaskan bahwa puasa dilakukan sebagai ibadah sunnah karena Allah SWT.

Mengapa Tarwiyah Jadi Sorotan

Perhatian terhadap Tarwiyah pada 2026 muncul karena tanggal pelaksanaannya berdekatan dengan puasa Arafah. Selisih satu hari membuat banyak umat Islam menandai waktunya sejak awal agar tidak terlewat.

Situasi itu juga membuat Tarwiyah dianggap sebagai pengingat bahwa persiapan Iduladha tidak hanya berkaitan dengan penyembelihan hewan kurban. Ada ibadah pribadi yang bisa lebih dulu dijalankan, termasuk puasa sunnah dan doa pada hari-hari penuh keutamaan.

Makna Ibadah di Tengah Hari-Hari Mulia

Di tengah rangkaian hari yang dimuliakan, Tarwiyah diposisikan sebagai bagian dari ikhtiar ibadah yang lebih luas. Umat Islam memaknainya sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memperbanyak amal.

Karena jatuh menjelang Iduladha, puasa ini juga memberi kesempatan untuk menyiapkan diri secara lahir dan batin. Momentum itu membuat Tarwiyah tidak sekadar dipandang sebagai tanggal puasa, tetapi sebagai bagian dari fase ibadah yang bernilai khusus.

Source: www.kompas.tv

Berita Terkait