Tawangmangu Jadi Panggung Ilmu dan Wisata, IKPI Surakarta Siap Gandeng Cabang Lain

Formasi puluhan jeep yang membentuk tulisan “IKPI” menjadi salah satu momen paling mencuri perhatian dalam rangkaian seminar dan gathering IKPI Pengda Jawa Tengah di Tawangmangu. Momen yang diabadikan menggunakan drone itu sekaligus menutup kegiatan yang memadukan edukasi, kebersamaan, dan wisata dalam satu agenda.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Nava, Tawangmangu, Karanganyar, pada 6-7 Juni 2026 itu dinilai memberi warna baru bagi aktivitas organisasi profesi pajak di Jawa Tengah. Format seminar dan gathering tersebut mempertemukan anggota dari beberapa cabang sekaligus, lalu memberi ruang bagi mereka untuk saling mengenal di luar forum formal.

Ruang belajar yang dekat dengan kebutuhan praktisi

Di tengah rangkaian acara, peserta mengikuti seminar bertema “Kupas Tuntas Restitusi Pasca SPT Era Coretax dan Pengawasan Kepatuhan Pasca Pemberlakuan Coretax”. Materi itu disampaikan oleh Sapto Widi Argo dan dianggap relevan dengan dinamika yang sedang dihadapi para praktisi pajak.

Bendahara IKPI Cabang Surakarta, Antin Okfitasari, yang juga menjadi panitia, menilai konsep seminar dan gathering memberi pengalaman yang berbeda. Menurut dia, kegiatan seperti ini tidak hanya menambah pembaruan pengetahuan perpajakan, tetapi juga membuka ruang jejaring dan memperkuat silaturahmi.

Antin menyebut peserta yang hadir berasal dari Cabang Semarang, Surakarta, Banyumas, dan Tegal. Dari Cabang Surakarta sendiri, tercatat ada 31 anggota yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Kebersamaan yang terasa sampai malam gala dinner

Suasana akrab makin terasa saat gala dinner yang digelar selepas waktu isya. Dengan konsep casual dining, peserta menikmati hiburan dari Pangsit Teamlo yang menghadirkan lawakan khas dan lagu-lagu plesetan.

Ketua Umum IKPI Vaudy Starword dan Ketua Pengda IKPI Jawa Tengah M. S. Umbaran juga hadir dan berbaur bersama peserta sepanjang malam. Panitia turut membagikan doorprize dari sponsor untuk menambah meriah suasana.

Acara malam itu ditutup dengan menyanyikan lagu “Kemesraan” bersama-sama. Momen tersebut mempertegas nuansa hangat dan kekeluargaan yang dibangun selama kegiatan berlangsung.

Wisata Tawangmangu ikut memberi nilai tambah

Pada hari kedua, peserta diajak menikmati panorama alam Tawangmangu melalui hiking dan tracking jeep. Sebagian peserta menjelajahi kawasan Air Terjun Grojogan Sewu, sedangkan peserta lainnya menuju Air Terjun Jumog Putri dengan jeep.

Sepanjang perjalanan, peserta melihat pemandangan perkebunan sayur dan stroberi yang menjadi ciri khas kawasan itu. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi peserta untuk menikmati wisata sekaligus membangun pengalaman bersama di luar forum resmi.

Peserta juga didorong mendukung perekonomian masyarakat setempat dengan membeli produk dan oleh-oleh khas Tawangmangu. Antin menilai hal itu menjadi nilai tambah karena kegiatan organisasi bisa memberi manfaat bagi peserta sekaligus berdampak positif bagi pelaku UMKM di daerah tujuan.

Ajakan terbuka untuk cabang lain

Kesuksesan kegiatan di Tawangmangu membuat IKPI Cabang Surakarta mendorong cabang lain untuk ikut berkolaborasi jika ingin menggelar acara serupa di kawasan itu. Antin berharap format seperti ini bisa menginspirasi cabang-cabang IKPI lainnya.

Ia juga menegaskan bahwa IKPI Cabang Surakarta siap berbagi pengalaman dan bekerja sama dengan cabang lain yang ingin menyelenggarakan gathering di Tawangmangu. Menurutnya, sinergi antarcabang akan memperkuat hubungan antaranggota dan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat sekaligus berkesan.

Kombinasi ilmu, jejaring, dan wisata membuat agenda ini terasa berbeda dari kegiatan organisasi pada umumnya. Dari seminar yang relevan dengan kebutuhan praktisi pajak hingga wisata alam dan kebersamaan antarcabang, Tawangmangu memberi panggung bagi IKPI untuk membangun kolaborasi yang lebih dekat.

Source: ikpi.or.id

Berita Terkait