Teams Kembali Lacak Wi-Fi Kantor, Pengguna Kini Bisa Mematikannya Sendiri

Microsoft kembali mengaktifkan fitur pelacakan lokasi berbasis Wi-Fi di Teams, tetapi kali ini dengan kontrol privasi yang lebih tegas untuk pengguna. Pembaruan ini membuat status lokasi hanya menampilkan kondisi saat ini dan memberi pilihan bagi karyawan untuk mematikan fitur tersebut di perangkat mereka sendiri.

Perubahan itu menjadi penting karena fitur serupa sebelumnya sempat memicu kekhawatiran soal pengawasan karyawan. Di versi terbaru, Microsoft menegaskan bahwa sistem ini tidak menyimpan riwayat pergerakan dan tidak dirancang untuk melacak lokasi di luar lingkungan kantor.

Status lokasi mengikuti jaringan kantor

Lewat blog Tech Community, Microsoft menjelaskan bahwa workplace check-in di Teams akan memperbarui status pengguna saat perangkat terhubung ke jaringan Wi-Fi kantor yang sudah dikonfigurasi perusahaan. Dengan begitu, Teams dapat menunjukkan apakah seseorang sedang berada di gedung kantor tertentu atau bekerja dari jarak jauh.

Jika perangkat tidak tersambung ke jaringan kantor yang telah ditentukan, status lokasi akan ditampilkan sebagai “Remote”. Microsoft menyebut cakupan fitur ini memang dibatasi hanya untuk konteks tempat kerja dan tidak diperluas ke jaringan di luar kantor perusahaan.

Fungsi tersebut ditujukan untuk membantu manajer dan rekan kerja mengetahui siapa yang berada di lokasi tertentu. Informasi itu disebut dapat mempermudah penjadwalan rapat, pertemuan tatap muka, hingga pengaturan agenda makan siang.

Privasi diposisikan sebagai pembeda utama

Microsoft menekankan tiga hal utama dalam pembaruan ini. Pertama, karyawan tetap memegang kendali atas pengaturan berbagi lokasi kerja mereka.

Fitur check-in via Wi-Fi tidak menggantikan pilihan pengguna untuk membagikan lokasi kerja, dan preferensi tersebut dapat diubah kapan saja. Kedua, Microsoft menyatakan fitur ini tidak menyimpan atau melacak pergerakan karyawan dari waktu ke waktu.

Ketiga, sinyal lokasi hanya muncul saat perangkat terhubung ke jaringan kantor perusahaan yang sudah dikonfigurasi melalui klien Teams. Artinya, sistem ini hanya bekerja dalam ruang lingkup yang sangat terbatas.

Perusahaan bisa mengatur, pengguna tetap punya tombol mati

Microsoft juga menyebut perusahaan dapat mengaktifkan fitur ini di lingkungannya masing-masing. Administrator akan bisa menentukan apakah penerapannya bersifat opt-in atau opt-out.

Namun, Microsoft menegaskan fitur tersebut tidak aktif otomatis bagi pengguna, apa pun pilihan organisasi. Individu juga tetap bisa menonaktifkannya di perangkat mereka sendiri, sehingga kontrol akhir tidak sepenuhnya berada di tangan perusahaan.

Meski begitu, perdebatan soal dampaknya masih terbuka. Ada pandangan bahwa karyawan yang memilih menyembunyikan lokasi bisa saja dipandang negatif oleh atasan, walaupun secara teknis mereka tetap memiliki opsi untuk mematikan fitur itu.

Masih sensitif karena berkaitan dengan kehadiran fisik

Isu di balik fitur ini bukan semata soal teknologi, melainkan soal batas antara koordinasi kerja dan privasi karyawan. Di satu sisi, perusahaan membutuhkan cara yang lebih praktis untuk menyesuaikan kerja hibrida yang membuat kehadiran fisik di kantor tidak lagi seragam setiap hari.

Di sisi lain, pembaruan status otomatis berbasis Wi-Fi mudah dianggap terlalu dekat dengan praktik pemantauan. Karena itu, Microsoft berusaha meredam kritik dengan membatasi data yang dipakai, memperjelas konteks penggunaan, dan memberi kendali langsung kepada pengguna.

Dengan pendekatan baru ini, Teams hanya menampilkan lokasi saat ini berdasarkan koneksi ke Wi-Fi kantor tertentu. Microsoft juga menegaskan bahwa sistem tersebut tidak membangun catatan pergerakan karyawan dan tidak berlaku untuk lingkungan non-kantor.

Bagi perusahaan, fitur ini bisa menjadi alat koordinasi. Bagi karyawan, kehadiran otomatis di kantor tetap akan dipandang sebagai isu privasi, terutama karena status itu dapat muncul hanya dari koneksi perangkat ke jaringan perusahaan.

Source: www.xda-developers.com

Berita Terkait