Teddy Indra Wijaya Kantongi Rp 20,1 Miliar Tanpa Utang, Jauh Di Atas Dino Patti Djalal Saat Usia 45

Author: Redaksi Android62

Di atas kertas LHKPN, harta Seskab Teddy Indra Wijaya terlihat jauh lebih tebal dibandingkan milik diplomat senior Dino Patti Djalal saat sama-sama berada dalam sorotan jabatan strategis. Teddy tercatat punya kekayaan bersih Rp 20,1 miliar tanpa utang, sedangkan Dino saat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat hanya mencatat Rp 10,65 miliar dan masih menanggung kewajiban.

Perbedaan itu menjadi perhatian karena Teddy juga masih relatif muda. Dalam data yang dibandingkan, Teddy diperkirakan lahir pada 1989 dan melaporkan LHKPN periodik 2025 yang disampaikan pada Maret 2026, sementara Dino lahir pada 1965 dan saat mencatat harta itu berusia 45 tahun.

Jika dilihat dari total harta, angka Teddy mencapai Rp 20.116.632.669. Jumlah itu disebut naik sekitar Rp 4,7 miliar dalam setahun, sehingga posisinya tampak makin jauh dari Dino yang pada 2010 melaporkan total kekayaan Rp 10.650.000.000.

Aset Teddy tersebar di banyak pos

Porsi terbesar kekayaan Teddy datang dari properti dan aset nonproperti. Ia memiliki lima bidang tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 9,04 miliar, lalu disusul harta bergerak lainnya senilai Rp 7,7 miliar.

Likuiditas Teddy juga terlihat cukup kuat. Uang kas dan setara kasnya tercatat mencapai Rp 2,1 miliar, jumlah yang jauh di atas beberapa komponen serupa milik Dino.

Di sektor kendaraan, Teddy melaporkan tiga mobil, yaitu Toyota Jeep LC HDTP, Toyota Fortuner, dan Honda CRV. Total nilainya mencapai Rp 1,21 miliar.

Hal lain yang menonjol adalah status kewajibannya. Teddy tercatat tidak memiliki utang, sehingga seluruh harta bersihnya tampil utuh tanpa pengurang kewajiban finansial.

Posisi Dino saat masih menjabat dubes

Pada sisi lain, struktur kekayaan Dino Patti Djalal juga didominasi properti. Ia memiliki tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp 6,08 miliar, yang menjadi komponen terbesar dari total hartanya saat itu.

Dino mencatat dua unit mobil pribadi dengan total nilai Rp 800 juta. Angka ini masih berada di bawah nilai kendaraan Teddy yang tercatat lebih besar.

Untuk harta bergerak lainnya, Dino menuliskan Rp 2,07 miliar. Nominal tersebut masih terpaut lebar dari pos serupa milik Teddy yang mencapai Rp 7,7 miliar.

Dari sisi kas, Dino hanya mencatat Rp 286 juta. Ia juga masih memiliki utang Rp 1,15 miliar, sehingga kekayaan bersihnya kian menjauh dari Teddy yang tidak menanggung utang.

Selisih paling jelas terlihat di beberapa komponen

Kesenjangan paling terasa muncul pada total kekayaan, harta bergerak lainnya, dan keberadaan utang. Teddy unggul hampir di semua kategori yang tercatat, dari kas hingga aset bergerak.

Perbandingan total harta memperlihatkan jarak yang besar, karena kekayaan Teddy hampir dua kali lipat dari Dino. Selisih itu makin jelas ketika dilihat dari rincian aset masing-masing yang memang berbeda jauh.

Kas Teddy sebesar Rp 2,1 miliar juga jauh melampaui kas Dino yang hanya Rp 286 juta. Di sisi kendaraan, Teddy mencatat Rp 1,21 miliar dari tiga mobil, sedangkan Dino berada di angka Rp 800 juta dari dua mobil.

Sorotan terhadap angka-angka LHKPN ini ikut mencuat di tengah polemik anggaran kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo. Karena itu, data kekayaan kedua figur tersebut ikut menjadi bagian dari perhatian publik yang lebih luas.

Source: www.suara.com
Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terbaru