Tekanan Fiskal Memaksa Rusia Melepas 21,8 Ton Emas, Polandia Dan China Justru Menambah Cadangan

Author: Redaksi Android62

Rusia melepas sekitar 21,8 ton emas, atau setara 700.000 ons troy, sepanjang 2026 hingga Kamis (23/4/2026). Langkah ini diambil Bank Sentral Rusia untuk membantu menutup defisit anggaran yang terus melebar di tengah tekanan fiskal yang besar.

Di saat Moskow mengurangi cadangan logam mulia, sejumlah bank sentral lain justru bergerak ke arah sebaliknya. Polandia, China, Uzbekistan, dan Kazakhstan menambah emas sebagai pelindung dari ketidakpastian eksternal.

Cadangan emas Rusia ikut turun

Data Mining.com menunjukkan cadangan emas Rusia menyusut menjadi 74,1 juta ons troy pada April 2026. Angka itu turun dari 74,8 juta ons troy pada awal tahun, sehingga memperlihatkan adanya pengurangan yang cukup nyata dalam kepemilikan emas negara tersebut.

Penurunan volume itu juga berdampak pada nilai kepemilikan emas Rusia. Dari US$384 miliar pada bulan sebelumnya, nilainya turun menjadi US$334 miliar.

Kondisi itu menunjukkan bahwa emas masih memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan Rusia. Namun, tekanan pada anggaran negara membuat sebagian cadangan harus dilepas sebagai sumber pembiayaan yang cepat.

Defisit anggaran menekan keputusan Moskow

Laporan premium.bisnis.com menyebut pelepasan aset emas digunakan untuk menutup defisit anggaran yang telah mencapai US$61,2 miliar pada akhir Maret 2026. Beban itu muncul di tengah belanja militer yang tinggi dan sanksi ekonomi internasional yang masih menekan keuangan Moskow.

Dalam situasi seperti ini, emas menjadi salah satu aset yang paling mudah dimanfaatkan. Fungsi emas bukan lagi hanya sebagai cadangan, tetapi juga sebagai penopang saat negara membutuhkan likuiditas untuk menjaga pembiayaan tetap berjalan.

Bank sentral lain justru menambah cadangan

Berbeda dengan Rusia, World Gold Council mencatat Polandia menjadi pembeli emas terbesar di dunia sepanjang 2026. Negara itu menambah lebih dari 20 ton emas ke dalam cadangannya.

Uzbekistan juga tercatat menambah 16,48 ton, sedangkan Kazakhstan memperkuat cadangannya sebesar 6,51 ton. China ikut melanjutkan akumulasi emas, meski dengan volume yang lebih kecil dibanding beberapa negara lain.

Pada Maret 2026, Bank Rakyat China atau PBOC membeli 5 ton emas. Pembelian itu menunjukkan strategi yang tetap konsisten untuk memperkuat posisi cadangan nasional.

Emas tetap dipandang sebagai aset aman

Arah yang berlawanan antara Rusia dan sejumlah bank sentral lain menunjukkan bahwa emas memiliki fungsi berbeda di tiap negara. Bagi Rusia, logam mulia itu kini dipakai sebagai alat cepat untuk menutup tekanan anggaran.

Bagi negara lain, emas justru menjadi pelindung cadangan devisa. Tren akumulasi juga terkait dengan upaya mengurangi ketergantungan pada dolar AS, terutama setelah pembekuan aset bank sentral Rusia senilai US$300 miliar oleh yurisdiksi asing pada 2022.

Peristiwa itu membuat emas semakin dipandang aman ketika situasi geopolitik tidak menentu. Karena itu, banyak negara memilih menambah kepemilikan emas agar punya bantalan yang lebih kuat jika akses ke cadangan devisa lain terganggu.

Rusia sendiri masih memiliki cadangan emas dalam jumlah besar, tetapi pelepasan pada 2026 memperlihatkan tekanan fiskal yang dihadapi negara tersebut tidak ringan. Dengan defisit yang terus membesar, emas menjadi salah satu sumber pembiayaan tercepat yang dapat digunakan Moskow untuk menjaga stabilitas anggaran.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru