Tekanan Jual Makin Dalam, Bitcoin Terancam Menguji Lagi Area $60.000

Author: Redaksi Android62

Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian setelah pasar kripto diguncang likuidasi besar yang mencapai $1.1 billion dalam 24 jam. Dari total itu, hampir seluruh kerugian menimpa posisi long, menandakan betapa cepatnya taruhan berleverage bisa tersapu saat harga bergerak melawan arah pasar.

Data CoinGlass mencatat $945 million dari likuidasi tersebut berasal dari long positions. Kondisi ini menunjukkan bahwa optimisme yang terlalu agresif justru menjadi sasaran utama ketika volatilitas meningkat dan level harga penting ditembus.

Di tengah tekanan itu, Bitcoin sempat turun ke sekitar $63,000 dan memunculkan kekhawatiran baru di kalangan trader. Area sekitar $64,000 yang sebelumnya dipandang sebagai support sudah diuji, sehingga pasar kini semakin waspada terhadap kemungkinan penurunan lanjutan.

Tekanan datang dari lebih dari satu arah

Pelemahan harga tidak berdiri sendiri karena sentimen global juga ikut membebani aset berisiko. Ketegangan geopolitik yang masih terkait dengan Iran terus menekan pasar, sementara arus keluar dari spot Bitcoin ETF menambah tekanan dari sisi institusional.

Di saat yang sama, Strategy melakukan penjualan Bitcoin dalam jumlah kecil untuk membayar kewajiban dividen. Itu menjadi penjualan pertama perusahaan tersebut sejak runtuhnya FTX pada 2022, dan langkah itu ikut memperkuat sikap hati-hati pelaku pasar.

Kondisi makro turut memperburuk suasana menjelang rilis data pekerjaan Amerika Serikat. Banyak pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan setelah reli sebelumnya, sehingga tekanan jual semakin mudah muncul ketika harga mulai goyah.

Sentimen pasar berubah cepat

Perubahan suasana terlihat jelas pada indikator rasa takut dan serakah kripto yang turun tajam ke area “Extreme Fear”. Pergeseran ini mencerminkan perilaku trader yang makin defensif saat tekanan teknikal dan kekhawatiran makro datang bersamaan.

Dalam situasi seperti ini, ruang pemulihan cepat menjadi lebih sempit. Selama leverage masih tersisa di pasar dan minat beli belum kembali kuat, setiap penurunan cenderung memicu reaksi berantai yang lebih besar.

Altcoin ikut melemah

Dampaknya tidak berhenti pada Bitcoin saja karena pasar kripto yang lebih luas ikut terseret turun. Ethereum jatuh di bawah $1,800, sementara Solana dan sejumlah aset kapitalisasi besar lain mencatat penurunan yang lebih dalam secara persentase.

XRP bahkan mencetak level terendah baru sepanjang tahun berjalan dalam sesi yang sama. Rangkaian koreksi itu memperlihatkan bahwa pelemahan sentimen terjadi serentak di banyak aset ketika Bitcoin kehilangan pijakan.

Kondisi tersebut juga memperlihatkan betapa rapuhnya likuiditas saat minat beli menyusut. Begitu aset utama turun, altcoin biasanya kesulitan bertahan karena tekanan jual menyebar lebih cepat ke seluruh pasar.

$60,000 mulai jadi perhatian

Sejumlah analis menilai Bitcoin masih berisiko turun lebih jauh menuju $60,000 atau bahkan lebih rendah jika tekanan makro dan likuidasi berlanjut. Level itu kini menjadi fokus utama karena akan membantu menentukan apakah pelemahan yang terjadi masih sebatas koreksi atau sudah berkembang menjadi tekanan yang lebih dalam.

Meski begitu, tidak semua pelaku pasar melihat penurunan ini sebagai sinyal negatif sepenuhnya. Sebagian trader menilai pelemahan justru membuka ruang akumulasi, terutama karena Bitcoin punya rekam jejak ketahanan jangka panjang dan minat institusional dinilai masih bertahan.

Mereka juga menyoroti deleveraging yang sudah berlangsung agresif di pasar. Dengan leverage yang lebih rendah, ruang pemulihan dinilai bisa menjadi lebih sehat jika permintaan kembali masuk dan sentimen mulai membaik.

Berita Terbaru