Tekanan Miner Makin Berat, Penurunan Difficulty Bitcoin Jadi Alarm Baru Pasar

Author: Redaksi Android62

Bitcoin mencatat penurunan mining difficulty sebesar 10,09% pada block 953.568, salah satu koreksi terbesar dalam sejarah jaringan. Pergerakan ini menjadi sinyal kuat bahwa tekanan terhadap para miner kini benar-benar terasa.

Di saat yang sama, hashrate ikut bergeser turun dan memperlihatkan bahwa sebagian kapasitas komputasi keluar dari jaringan. Bagi pasar, kondisi ini menunjukkan hubungan yang sangat rapat antara harga Bitcoin, biaya operasi, dan keputusan para miner untuk tetap bertahan atau menghentikan mesin.

Harga yang melemah menekan margin

Galaxy Research mencatat difficulty turun dari 138,9 triliun menjadi 124,9 triliun. Penyesuaian itu mengikuti penurunan harga tajam pada Juni yang menekan margin miner dan mendorong hashrate keluar dari jaringan.

Bitcoin menyesuaikan difficulty setiap 2.016 blok agar waktu blok tetap mendekati 10 menit. Saat banyak miner mematikan mesin, difficulty diturunkan supaya keseimbangan jaringan kembali terjaga.

Menurut Galaxy Research, epoch terbaru berlangsung 15,6 hari, lebih lama dari target 14 hari karena sebagian hashrate sempat offline. Penurunan ini juga menjadi adjustment terbesar kedua sepanjang 2026 dan tercatat sebagai pergerakan turun terbesar ke-11 dalam sejarah Bitcoin.

Hashprice ikut jatuh di bawah batas penting

Bitcoin sempat turun di bawah $60.000 pada pekan lalu sebelum kembali melampaui $64.000 di tengah harapan kesepakatan AS-Iran. Meski pulih, tekanan sebelumnya sudah cukup membuat hashprice turun ke bawah $30 per petahash per detik.

TheEnergyMag menyebut ambang itu penting karena semakin banyak situs mining mendekati atau bahkan jatuh di bawah gross breakeven sebelum dihitung biaya overhead korporasi, pembayaran utang, dan belanja ekspansi. Mesin generasi lama dan operator dengan biaya listrik tinggi menjadi pihak yang paling rentan ikut dimatikan saat pendapatan turun.

Sebagian miner mulai mengalihkan kapasitas

Tekanan pada jaringan juga datang dari keputusan sejumlah miner yang memindahkan kapasitas listrik ke beban kerja artificial intelligence dan high-performance computing. Blog yang dikutip Galaxy menyebut beberapa public miner sudah mencabut rig atau memperlambat pertumbuhan mining untuk retrofit lokasi menjadi fasilitas AI/HPC berkontrak.

Langkah ini dapat menurunkan hashrate Bitcoin tanpa berarti aset fisiknya ditinggalkan. Dalam banyak kasus, kapasitas daya yang ada hanya dialihkan ke penggunaan lain yang dianggap lebih menguntungkan.

Texas menambah volatilitas jaringan

Volatilitas juga meningkat karena Texas memasuki musim four-coincident-peak atau 4CP sejak Juni. Dalam skema ERCOT, pengguna besar berupaya menghindari empat interval puncak musim panas yang akan menentukan biaya transmisi tahun berikutnya.

TheEnergyMag menilai mekanisme ini memberi insentif kuat bagi miner Bitcoin untuk melakukan curtailment ketika jendela puncak bulanan berpotensi terjadi. Karena Texas masih menjadi salah satu pasar mining terbesar di Amerika Utara, pengurangan beban sementara di wilayah ini bisa berdampak besar pada hashrate jaringan.

TheEnergyMag juga mencatat rebound terbaru pada hashrate memberi indikasi bahwa sebagian penurunan di awal Juni mungkin hanya curtailment sementara, bukan penutupan permanen. Dengan begitu, penurunan difficulty terbaru terlihat sebagai cerminan langsung dari kombinasi harga Bitcoin, tekanan margin, dan penyesuaian strategi para miner.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru