Telekonsultasi Jadi Kunci Efisiensi, Halodoc For Business Tekan Klaim Kesehatan Karyawan

Halodoc for Business menempatkan telekonsultasi sebagai pintu awal layanan kesehatan karyawan agar keluhan medis ringan sampai kasus kronis tidak langsung berujung pada kunjungan tatap muka. Pendekatan ini dipakai untuk memangkas antrean, menjaga jam kerja tetap produktif, dan membantu perusahaan menahan lonjakan biaya kesehatan yang terus naik.

Lewat model digital-first tersebut, Halodoc menyebut hingga 95% kebutuhan medis karyawan dapat ditangani secara digital. Dalam observasi 30 hingga 90 hari, perusahaan itu juga menilai 95% kasus kronis dan 94% kasus akut dapat diselesaikan tanpa pemeriksaan langsung.

Telekonsultasi untuk menyaring kebutuhan medis

Bagi perusahaan, telekonsultasi bukan sekadar kanal cepat untuk bertanya ke dokter. Layanan ini diposisikan sebagai saringan awal agar kunjungan fisik hanya dilakukan ketika memang diperlukan.

Halodoc menegaskan bahwa telekonsultasi tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Fungsi utamanya adalah membantu memastikan kebutuhan medis yang masuk ditangani lebih efisien sebelum berlanjut ke layanan tatap muka.

Model seperti ini dinilai relevan karena banyak keluhan medis umum sebenarnya dapat diselesaikan lebih cepat secara daring. Pada saat yang sama, karyawan tidak perlu menghabiskan waktu lama di antrean layanan kesehatan.

Tekanan biaya kesehatan mendorong perubahan

Dorongan ke layanan digital juga muncul karena biaya kesehatan perusahaan terus tertekan oleh kenaikan biaya medis. Halodoc menyoroti inflasi medis di Indonesia yang diproyeksikan mencapai 15,1% pada 2026, salah satu yang tertinggi di Asia Pasifik.

Di tengah situasi itu, perusahaan mencari cara agar biaya klaim rawat jalan tidak membengkak seperti pada sistem konvensional. Halodoc menilai pendekatan digital dapat membantu menjaga pengeluaran tetap lebih terkendali tanpa mengurangi akses karyawan terhadap dokter.

Kebutuhan ini menjadi semakin penting karena lebih dari 69% populasi Indonesia berada di usia produktif. Artinya, kesehatan karyawan tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga aset strategis yang memengaruhi keberlangsungan bisnis.

Chief Human Capital Halodoc, Thomas Suhardja, menekankan bahwa produktivitas tidak bisa diukur dari output kerja semata. Menurut dia, kondisi fisik dan mental karyawan ikut menentukan seberapa optimal kontribusi yang bisa diberikan di tempat kerja.

Layanan yang disatukan dalam satu ekosistem

Melalui Halodoc for Business, perusahaan mendapat akses ke ekosistem layanan kesehatan digital yang saling terhubung. Salah satu layanan yang ditawarkan adalah Digital Cashless Outpatient atau DCO, yang menyediakan konsultasi dokter online 24 jam dan pengiriman obat tanpa pembayaran langsung, terhubung dengan asuransi karyawan.

Halodoc juga menawarkan Third Party Administrator berbasis AI. Sistem ini diklaim mampu menekan biaya operasional hingga 18 persen sambil tetap menjaga akurasi verifikasi saat memproses klaim dan administrasi kesehatan.

Puspa Angelia, Head of Business Strategy Halodoc, menjelaskan bahwa layanan digital tersebut disiapkan untuk membuat proses kesehatan karyawan lebih efisien. Dengan begitu, perusahaan tetap bisa menjaga akses layanan medis tanpa menambah beban operasional secara berlebihan.

Pendekatan ini diarahkan agar perusahaan dapat menekan biaya kesehatan hingga 15% per tahun. Di saat yang sama, karyawan tetap memperoleh jalur layanan medis yang cepat, terhubung, dan tidak selalu bergantung pada kunjungan langsung.

Source: www.suara.com

Berita Terkait