Peluang masuk SMA dan SMK negeri di Jawa Barat belum tertutup bagi calon murid yang gagal di Sekolah Maung. Pemprov Jawa Barat memastikan mereka masih bisa melanjutkan proses lewat SPMB Jabar 2026 Tahap 1 dan Tahap 2 selama memenuhi jalur yang tersedia.
Skema ini membuat hasil seleksi awal tidak menjadi akhir dari proses pendaftaran. Dinas Pendidikan Jawa Barat juga menegaskan peserta yang tidak diterima di Sekolah Maung maupun pada tahap Pemetaan Calon Murid Baru atau PCMB tetap dapat mengejar pilihan sekolah negeri selama kuota belum penuh.
Tahap seleksi tetap terbuka untuk jalur reguler
SPMB Jabar 2026 dibagi ke dalam dua tahap utama yang memberi ruang bagi peserta untuk memilih jalur sesuai peluangnya. Tahap 1 mencakup jalur prestasi akademik, prestasi nonakademik, dan mutasi, sedangkan Tahap 2 berisi jalur domisili dan afirmasi.
Pembagian ini penting karena peserta yang tidak lolos pada skema awal masih bisa bergerak ke jalur reguler. Selama kuota masih tersedia, pendaftaran tetap dapat dilakukan sesuai tahap penerimaan yang berlaku.
Sekolah Maung dan posisi PCMB
Sekolah Maung menjadi bagian dari skema awal dalam SPMB Jawa Barat 2026 yang terhubung dengan pemetaan calon murid baru. Pada tahap PCMB, peserta mengisi data diri, mengunggah nilai rapor semester 1 sampai 5, mengunggah dokumen prestasi atau afirmasi, lalu memilih sekolah tujuan.
Jika hasil pemetaan diterima, akun peserta otomatis terkunci dan proses berlanjut ke daftar ulang. Namun bagi peserta yang menolak hasil pemetaan atau tidak diterima, kesempatan untuk masuk sekolah negeri tetap terbuka melalui SPMB tahap berikutnya.
Kuota SMA negeri yang perlu diperhatikan
Di jenjang SMA negeri, pembagian kuota di Jawa Barat menjadi domisili 35 persen, afirmasi 30 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen. Susunan ini menunjukkan bahwa peluang masuk sekolah negeri tidak hanya bertumpu pada satu jalur saja.
Peserta yang gagal di Sekolah Maung masih dapat menyesuaikan pilihan dengan komposisi kuota tersebut. Selama kuota belum habis, jalur reguler tetap menjadi ruang untuk mencoba lagi.
Peluang di SMK negeri juga masih ada
Untuk SMK negeri, kuotanya dibagi menjadi prestasi 55 persen, afirmasi 30 persen, domisili terdekat maksimal 10 persen, dan mutasi 5 persen. Jalur prestasi di SMK tidak hanya melihat nilai rapor, tetapi juga prestasi akademik, prestasi nonakademik, dan pengalaman kepemimpinan organisasi.
Seleksi itu dilakukan tanpa Tes Kemampuan Akademik atau TKA. Dengan skema tersebut, peserta yang punya profil prestasi dan pengalaman organisasi masih memiliki ruang persaingan yang jelas di jalur yang sesuai.
Jadwal yang perlu dipantau calon murid
Pendaftaran Sekolah Maung 2026 dimulai pada 25–29 Mei 2026, lalu hasil seleksinya diumumkan pada 8 Juni 2026. Jadwal ini menjadi penanda penting bagi calon murid dan orang tua untuk mengikuti setiap tahap tanpa melewatkan kesempatan berikutnya.
Karena proses awal tidak menutup pintu pendaftaran reguler, peserta yang belum lolos tetap perlu memantau kuota dan jadwal SPMB Jabar 2026. Selama jalur yang tersedia masih terbuka, peluang masuk SMA dan SMK negeri di Jawa Barat tetap bisa dikejar.
Source: regional.kontan.co.id






