Thariq Dan Aaliyah Mengaku Terjebak, Biaya Umrah Tetap Terkuras Besar

Author: Redaksi Android62

Thariq Halilintar ternyata tetap mengeluarkan biaya besar meski kerja samanya dengan Hanania Group disebut berbentuk barter endorsement. Ia membawa delapan orang jemaah atau keluarga untuk berangkat bersama, dengan total setoran yang disebut mencapai hampir Rp 170 juta di luar biaya makan dan mutawif.

Fakta itu mencuat saat Thariq dan Aaliyah Massaid memenuhi panggilan penyidik kepolisian terkait dugaan penipuan travel umrah Hanania Group. Keduanya datang bersama kuasa hukum, Sangun Ragahdo, untuk menjelaskan hubungan mereka dengan biro perjalanan yang kini dipermasalahkan itu.

Kerja sama disebut hanya promosi, bukan pengetahuan atas masalah

Pihak Thariq dan Aaliyah menegaskan bahwa hubungan yang terjalin sebelumnya murni endorsement dengan skema barter. Dalam skema itu, keduanya dijanjikan kesempatan berangkat umrah pada Desember 2025 setelah membantu mempromosikan travel tersebut.

Sangun Ragahdo mengatakan kliennya tidak mengetahui sejak awal bahwa Hanania Group akan bermasalah. Ia menegaskan, jika Thariq dan Aaliyah sudah mengetahui ada persoalan, keduanya tidak akan ikut memasarkan travel itu.

“Kalau Thariq dan Aaliyah tahu ini bermasalah, keduanya tidak akan memasarkan travel ini,” ujar Sangun seusai pemeriksaan.

Sempat mengecek rekam jejak sebelum menerima tawaran

Thariq mengaku sempat melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum menerima kerja sama promosi. Dari pemantauannya pada akhir tahun 2025, Hanania Group disebut memiliki rekam jejak yang baik dan pernah memberangkatkan jemaah dengan lancar.

Penjelasan itu disampaikan untuk menunjukkan bahwa keputusan kerja sama tidak diambil secara serampangan. Dari sisi mereka, data yang terlihat saat itu menunjukkan biro perjalanan tersebut masih berjalan normal.

Siap bantu penyidik dan simpati kepada korban

Thariq menyatakan siap membantu proses hukum agar kasus ini menjadi terang. Ia berharap keterangannya dapat membantu penyidik menelusuri duduk perkara yang membuat banyak calon jemaah terkatung-katung.

“Kami kaget dengan apa yang terjadi. Begitu dipanggil polisi kami siap membantu, semoga keterangan kami bisa membuat kasus ini jadi terang benderang,” ujar Thariq.

Aaliyah Massaid juga menyampaikan empati kepada para jemaah yang gagal berangkat setelah menabung dalam waktu lama. Ia berharap para korban mendapatkan hak-haknya dan masalah ini bisa segera selesai.

“Semua jadi pembelajaran, kita sangat bersimpati dengan korban. Semoga korban mendapatkan hak-haknya,” kata Aaliyah.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru