Square Enix membuka babak baru untuk The Adventures of Elliot: The Millennium Tales lewat demo kedua yang kini bisa dimainkan gratis. Demo prolog itu juga membawa progres ke versi rilis, sehingga cerita dan perlengkapan yang didapat tidak hilang saat game utama tersedia.
Perubahan paling mencolok justru ada pada arah gameplay. Game ini tidak lagi memakai combat turn-based, melainkan beralih ke aksi real-time dengan format action-adventure top-down yang lebih cepat.
Arah Baru di Luar Pola JRPG Lama
Langkah tersebut tetap dibalut identitas visual HD-2D yang mengingatkan pada seri Octopath Traveler. Namun, Team Asano dan Claytechworks memilih meninggalkan sistem party tradisional dan pertarungan berbasis giliran demi pendekatan yang lebih lincah.
Arah desain itu terlihat semakin jelas ketika Square Enix menonjolkan nuansa yang dekat dengan game 16-bit seperti The Legend of Zelda dan judul-judul klasik Mana. Pilihan ini seolah ditujukan kepada pemain yang selama ini cenderung melewati JRPG yang lambat dan penuh menu.
Demo yang Langsung Terhubung ke Game Utama
Demo prolog sudah tersedia di PC, PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan Nintendo Switch 2. Square Enix juga menyiapkan peluncuran global game ini pada 18 Juni, sehingga progres dari demo bisa dibawa langsung ke versi retail pada hari pertama.
Pembaruan ini datang setelah fase uji publik sebelumnya memberi masukan yang cukup jelas. Salah satu kritik utama saat itu adalah alur kustomisasi senjata yang terasa lambat karena pemain kerap dipaksa masuk ke layar statis.
Masalah tersebut dijawab lewat Magicite Box, fitur loadout khusus yang memungkinkan pemain mengganti sifat elemen pada perlengkapan tanpa menghentikan permainan aktif. Perubahan strategi jadi lebih cepat dan eksplorasi pun tidak terputus.
Senjata, Elemen, dan Tempo Pertarungan
Combat dalam game ini bertumpu pada tujuh kelas senjata, mulai dari pedang dan busur hingga chains dan sickles. Pemain dapat membawa dua senjata sekaligus untuk mengeksploitasi kelemahan elemen musuh dan memecah defense bar lawan.
Claytechworks juga meningkatkan kecepatan gerak dasar Elliot dan menata ulang kontrol antarmuka agar perpindahan karakter terasa lebih lincah. Penyesuaian ini memperkuat ritme permainan yang memang dirancang lebih agresif dibanding JRPG turn-based pada umumnya.
Respons awal terhadap game ini ikut memperkuat ekspektasi. Famitsu memberi nilai 34/40 dan menyoroti keseruan weapon swapping real-time serta efek latar melengkung yang memberi kedalaman visual vertikal pada tampilannya.
Sementara itu, impresi dari sejumlah media Barat seperti Noisy Pixel juga positif. Mereka menyebut game ini sebagai penghormatan yang sangat baik untuk game SNES lawas seperti Zelda dan Secret of Mana, tanpa terasa usang atau tertinggal.
Source: www.notebookcheck.net






