Tiga Aplikasi Crypto Dengan Fee Paling Ringan Di Indonesia 2026, Trader Aktif Masih Punya Pilihan

Bagi trader aktif, selisih biaya transaksi sering kali lebih menentukan daripada tampilan aplikasi atau promosi sesaat. Dalam aktivitas beli, jual, dan tarik dana yang berulang, fee yang tipis bisa membuat hasil akhir lebih efisien, terutama saat frekuensi transaksi tinggi.

Di pasar crypto Indonesia, Pintu, Indodax, dan Reku masih sering masuk pertimbangan karena menawarkan karakter biaya yang relatif kompetitif. Masing-masing punya pendekatan berbeda, mulai dari struktur fee yang sederhana, pilihan mode transaksi, sampai fitur tambahan yang mendukung kebutuhan trader harian.

Reku menawarkan skema biaya yang mudah dibaca

Reku menonjol karena struktur biayanya terlihat lebih sederhana sejak awal. Di mode Pro, fee trading disebut sekitar 0,1% dari nilai transaksi, sehingga pengguna bisa memperkirakan biaya dasar dengan lebih mudah sebelum menekan tombol beli atau jual.

Untuk transaksi beli, pengguna dikenakan 0,1% biaya trading, 0% PPN, dan sekitar 0,0222% biaya CFX. Sementara pada transaksi jual, ada tambahan 0,21% PPh selain 0,1% biaya trading dan sekitar 0,0222% biaya CFX.

Reku juga memiliki Lightning Mode yang kerap disebut tanpa fee trading. Namun, pengguna tetap perlu memperhitungkan pajak dan biaya bursa, sehingga total biaya transaksi tidak benar-benar nol.

Pintu dipandang menarik di fee spot dan fitur trading

Pintu menjadi salah satu aplikasi yang cukup sering dibahas karena menawarkan lebih dari 320 token dan telah diunduh lebih dari 10 juta kali. Aplikasi ini juga disebut resmi terdaftar dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.

Bagi trader aktif, Pintu Pro memberi nilai tambah karena menggabungkan spot dan futures dalam satu platform. Fitur lain seperti Pintu Earn, Auto DCA, dan Pintu Academy juga tersedia, sedangkan leverage di Pintu Pro disebut dapat mencapai 25x.

Dari sisi biaya, fee spot trading di Pintu berada di kisaran 0,07% untuk maker dan 0,09% untuk taker. Struktur ini membuat Pintu cukup kompetitif bagi pengguna yang ingin menekan biaya transaksi sambil tetap memakai fitur yang relatif lengkap.

Indodax tetap menjadi pilihan karena likuiditas dan fleksibilitas mode biaya

Indodax masih punya posisi kuat di pasar crypto Indonesia karena basis penggunanya luas dan reputasinya sudah terbentuk lama. Platform ini dikenal menyediakan biaya yang cukup kompetitif, terutama bagi pengguna yang ingin menyesuaikan mode transaksi dengan kebutuhan masing-masing.

Pada versi Lite, biaya maker bisa 0% dan taker sekitar 0,3%. Di versi Pro, fee trading umumnya berada di kisaran 0,10% hingga 0,20%, sehingga pengguna bisa memilih pendekatan yang lebih cocok dengan gaya trading.

Selain biaya trading, Indodax mengenakan biaya penarikan rupiah ke rekening bank sekitar Rp10.000 per transaksi. Platform ini juga menyediakan trading spot dengan banyak pasangan aset dan tools analisis teknikal pada versi web, meski belum memiliki fitur futures trading.

Mana yang lebih masuk akal untuk trader aktif

Jika fokus utama ada pada fee spot yang rendah dan fitur yang cukup lengkap, Pintu terlihat kuat dengan biaya maker 0,07% dan taker 0,09%. Jika yang dicari adalah fleksibilitas mode transaksi serta likuiditas yang telah lama terbentuk, Indodax masih relevan untuk dipertimbangkan.

Reku cocok bagi pengguna yang lebih nyaman dengan komponen biaya yang jelas sejak awal. Dalam praktiknya, pilihan yang paling efisien tetap bergantung pada seberapa sering transaksi dilakukan, apakah lebih sering spot, dan apakah fitur tambahan seperti futures menjadi kebutuhan utama.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer