Bojan Hodak meninggalkan Persib dengan status yang sulit ditandingi. Dalam masa tugasnya, pelatih asal Kroasia itu membawa Maung Bandung meraih tiga gelar juara beruntun di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pencapaian tersebut membuat namanya mendapat tempat istimewa di klub. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, bahkan menyebut Hodak sebagai yang terbaik sepanjang masa di Persib.
Catatan yang menonjol di balik tiga gelar
Sorotan terhadap Hodak tidak hanya datang dari trofi yang ia bawa pulang. Sejak datang pada Juli 2023, ia langsung memberi dampak besar pada performa Persib di berbagai ajang.
Selama menangani tim, Hodak memimpin 116 pertandingan di semua kompetisi. Dari jumlah itu, Persib meraih 67 kemenangan, berdasarkan data Transfermarkt.
Persentase kemenangan Hodak mencapai 57,7 persen. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu pelatih paling efektif dalam sejarah modern Persib.
Di atas sejumlah nama besar
Rekam jejak tersebut ikut mengungguli beberapa pelatih lain yang pernah menangani Persib. Luis Milla mencatat 17 kemenangan dari 30 pertandingan, sedangkan Djadjang Nurjaman mengoleksi 44 kemenangan dari 83 laga.
Perbandingan itu membuat posisi Hodak semakin menonjol di mata klub dan suporter. Ia bukan hanya hadir sebagai pelatih yang memberi hasil, tetapi juga sebagai sosok yang membangun konsistensi tim.
Bagi Umuh Muchtar, hat-trick juara yang diraih Persib bersama Hodak bukan capaian biasa. Ia menilai prestasi itu sulit ditandingi dalam sejarah klub.
Perpisahan yang berlangsung tanpa gesekan
Meski sukses besar, Hodak memilih mundur menjelang musim kompetisi 2026/2027. Keputusan itu lahir setelah pembicaraan antara manajemen Persib, Direktur Utama PT PBB Glenn Sugita, dan Hodak.
Umuh menyebut proses perpisahan berjalan baik dan dipahami oleh semua pihak. Hodak disebut ingin fokus memulihkan kondisi kesehatan serta mendampingi anaknya yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Karena alasan itu, kepergiannya tidak dipandang sebagai konflik. Persib pun menutup era sukses tersebut tanpa polemik di ruang publik.
Masih punya peran di lingkungan klub
Walau tak lagi duduk di kursi pelatih kepala, Hodak belum benar-benar lepas dari Persib. Manajemen tetap menempatkannya sebagai penasihat tim karena pengalaman dan pandangan strategisnya masih dianggap penting.
Kehadiran Hodak di struktur klub menunjukkan bahwa pengaruhnya belum berakhir. Warisan yang ia tinggalkan masih diharapkan membantu Persib menjaga arah perkembangan tim setelah transisi kepelatihan.
Sosok yang kini menerima tongkat estafet adalah Igor Tolic. Sebelumnya, ia menjadi asisten Hodak selama dua musim terakhir dan dipilih agar kesinambungan tim tetap terjaga.
Dengan rangkaian itu, nama Bojan Hodak melekat sebagai simbol salah satu era paling sukses dalam sejarah Persib. Gelar juara, rasio kemenangan tinggi, dan stabilitas tim membuat standar yang ia tinggalkan terasa lebih tinggi dari sebelumnya.
Source: www.beritasatu.com