Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi masuk daftar wilayah Jawa Barat yang perlu meningkatkan kewaspadaan karena BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat selama tiga hari berturut-turut. Pada periode Senin hingga Rabu, 20–22 April 2026, kondisi cuaca di dua daerah ini berpeluang berubah cepat dan dapat memengaruhi aktivitas warga dalam waktu singkat.
BMKG juga menyoroti potensi cuaca ekstrem yang bisa muncul secara lokal pada siang, malam, hingga dini hari. Dalam kondisi tertentu, hujan di Sukabumi dapat disertai kilat, petir, dan pada beberapa waktu angin kencang.
Peringatan harian untuk Sukabumi
Pada Senin, Kabupaten Sukabumi tercatat berada di kategori Lebat–Sangat Lebat atau siaga. Di hari yang sama, wilayah ini juga masuk daftar daerah yang berpotensi mengalami angin kencang bersama sejumlah wilayah lain di Jawa Barat.
Untuk Kota Sukabumi, BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat pada hari yang sama. Situasi ini menunjukkan bahwa perubahan cuaca dapat terjadi dalam waktu cepat, sehingga warga perlu memperhatikan kondisi sekitar sebelum beraktivitas di luar rumah.
Memasuki Selasa, Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi sama-sama diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat. BMKG masih mencatat potensi angin kencang untuk Kabupaten Sukabumi, sedangkan Kota Sukabumi tidak disebut dalam daftar wilayah dengan peringatan angin kencang pada pembaruan tersebut.
Kondisi serupa berlanjut pada Rabu. Pada hari itu, kedua wilayah kembali diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat, sementara peringatan angin kencang tercatat nihil untuk seluruh Jawa Barat.
Akumulasi hujan tinggi di wilayah Sukabumi
Selain peringatan per hari, BMKG juga mencatat wilayah hujan kategori tinggi di Jawa Barat pada Dasarian III April 2026. Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi termasuk daerah yang diprediksi menerima hujan kategori tinggi, yakni 150–300 mm per dasarian.
Daerah lain yang masuk kategori serupa adalah Bogor dan Kota Bogor. Data ini memperlihatkan bahwa Sukabumi berada di area dengan akumulasi hujan yang cukup besar, sehingga masyarakat perlu mewaspadai dampak lanjutan dari hujan yang turun terus-menerus.
BMKG menegaskan bahwa peringatan dini tersebut disusun berdasarkan prediksi curah hujan harian tertinggi di tiap kabupaten dan kota. Artinya, status kewaspadaan yang muncul tidak hanya menggambarkan hujan sesaat, tetapi juga potensi kondisi cuaca yang cukup intens dalam satu wilayah.
Hal yang perlu diperhatikan warga
Dalam tiga hari peringatan ini, masyarakat Sukabumi dan sekitarnya disarankan memantau pembaruan cuaca resmi dari BMKG. Langkah tersebut penting karena cuaca ekstrem dapat muncul secara lokal dan berdampak pada perjalanan, kegiatan harian, serta kenyamanan warga.
Kondisi langit yang tampak berubah cepat juga membuat aktivitas luar ruangan berisiko terganggu. Karena itu, kewaspadaan sejak awal menjadi penting, terutama saat hujan mulai turun pada siang, malam, maupun dini hari.
Dengan catatan hujan sedang hingga lebat yang muncul berurutan selama tiga hari, Sukabumi menjadi salah satu wilayah yang perlu tetap siaga mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG. Fokus utama tetap tertuju pada kemungkinan hujan lebat, potensi kilat dan petir, serta angin kencang yang dapat hadir secara lokal di Jawa Barat.
Source: www.sukabumiupdate.com






