Tiga Kebiasaan Ini Dari Indodax, Bisa Mencegah Akun Anda Jatuh Ke Phishing

Penipuan digital terus bergerak lewat celah yang paling sering luput diperiksa pengguna, yaitu alamat situs, tautan, dan kanal komunikasi yang tampak meyakinkan. Di tengah pola serangan seperti itu, Indodax menekankan kebiasaan verifikasi sebagai cara paling sederhana untuk menjaga akun dan data pribadi tetap aman.

Langkah ini menjadi penting karena ancaman siber di Indonesia terus membesar. Badan Siber dan Sandi Negara mencatat sekitar 5,5 miliar serangan siber terjadi sepanjang 2025, atau naik tujuh kali lipat dari rata-rata tahunan periode 2020-2024.

CEO Indodax William Sutanto menilai pola serangan juga ikut berubah. Menurut dia, pelaku yang dulu berfokus membobol sistem teknologi kini lebih sering memanfaatkan kelengahan pengguna untuk mengambil akses ke akun dan informasi pribadi.

Salah satu celah yang sering dimanfaatkan adalah kepercayaan berlebih pada hasil pencarian di mesin pencari. William menegaskan bahwa posisi teratas di hasil pencarian tidak otomatis berarti situs atau informasi tersebut resmi dan aman.

Karena itu, Indodax mendorong pengguna untuk membiasakan verifikasi sebelum membuka tautan atau menghubungi layanan apa pun. Perhatian utama ada pada memastikan website dan kanal komunikasi yang dipakai benar-benar resmi.

Tiga kebiasaan dasar yang ditekankan Indodax

Indodax menyebut ada tiga langkah sederhana yang bisa langsung diterapkan pengguna untuk menekan risiko phishing. Langkah pertama adalah memeriksa alamat domain situs yang dikunjungi dan memastikan asalnya dari kanal resmi.

Langkah kedua, pengguna tidak boleh langsung percaya pada nomor telepon atau tautan yang muncul di hasil pencarian tanpa verifikasi tambahan. Langkah ketiga adalah memakai kanal bantuan resmi yang tersedia di aplikasi atau situs resmi saat membutuhkan informasi terkait akun.

Tiga kebiasaan ini menjadi bagian dari kampanye anti-phishing yang digencarkan Indodax. Tujuannya mendorong masyarakat lebih kritis sebelum mengakses layanan digital atau menghubungi layanan pelanggan.

Risiko penipuan digital makin meluas

Ancaman penipuan tidak berhenti pada phishing semata karena kerugian akibat penipuan digital juga terus membengkak. Otoritas Jasa Keuangan bersama Indonesia Anti-Scam Centre mencatat total kerugian akibat penipuan transaksi keuangan mencapai Rp9,1 triliun sejak 2024 hingga Januari 2026.

Di sektor Web3, Tiger Research mencatat social engineering menyumbang 74,7% dari total kerugian akibat kejahatan siber pada kuartal pertama 2026. Angka ini menunjukkan bahwa manipulasi psikologis terhadap pengguna kini menjadi salah satu jalur serangan paling dominan.

Kondisi tersebut membuat edukasi keamanan tidak lagi cukup dianggap sebagai pelengkap. Verifikasi identitas kanal, alamat situs, dan sumber informasi kini menjadi lapisan perlindungan yang sama pentingnya dengan sistem teknis.

Layanan bantuan resmi disiapkan 24 jam

Sebagai bentuk perlindungan konsumen, Indodax juga menyediakan layanan bantuan resmi yang bisa diakses 24 jam. Kanal tersebut tersedia melalui email, Live Chat Help Center, call center di (021) 5065 8888, media sosial resmi perusahaan, dan layanan Indodax Prioritas di (021) 5036 8888.

Keberadaan kanal resmi ini penting karena penipu sering memanfaatkan situasi saat pengguna sedang panik atau tergesa-gesa. Di tengah serangan siber yang makin licik, kebiasaan memeriksa ulang informasi menjadi salah satu cara paling sederhana untuk melindungi akun tetap aman.

Source: gadgetsquad.id

Berita Terkait