Tiga Motor Wuyang Honda di Guangzhou, Kontras Skuter Hemat dan Listrik Futuristis Terlihat Jelas

Author: Redaksi Android62

Dari tiga motor Wuyang Honda yang dipajang di markas GAC Guangzhou, justru dua model listrik yang paling mencuri perhatian. Keduanya tampil dengan karakter yang sangat berbeda, mulai dari gaya cafe racer yang ramping hingga skuter futuristis yang dibekali teknologi lebih lengkap.

Di area museum GAC, kehadiran motor-motor ini menegaskan bahwa grup tersebut tidak hanya bergerak di bisnis mobil. Valdo Prahara, Marcomm & PR GAC Indonesia di Guangzhou, menyebut di sana juga ada GAC Honda, GAC Toyota, serta produk sepeda motor dari Wuyang Honda.

Tiga model, tiga karakter

Model yang dipamerkan terdiri dari Wuyang Honda NWT 150, Honda E-VO Cafe Racer, dan Honda E-VO GT. Ketiganya disiapkan untuk pasar domestik Cina, sekaligus menjadi bagian dari tampilan teknologi GAC di museum tersebut.

Perbedaan paling jelas terlihat dari pendekatan masing-masing model. NWT 150 hadir sebagai skuter bensin harian, sedangkan E-VO Cafe Racer dan E-VO GT sama-sama membawa tenaga listrik dengan pendekatan desain yang jauh lebih modern.

NWT 150: skuter bensin untuk mobilitas harian

Wuyang Honda NWT 150 membawa mesin 4 tak satu silinder berpendingin cairan. Output maksimumnya 11,4 kW atau sekitar 15,5 PS pada 8.500 rpm, dengan torsi puncak 14,4 Nm pada 6.500 rpm.

Mesin ini dipadukan dengan transmisi otomatis CVT agar pengguna mendapat karakter berkendara yang praktis. Motor ini juga memakai starter elektrik dan fitur start-stop untuk membantu menekan konsumsi bahan bakar saat berhenti sejenak.

Setelan teknisnya terlihat dari rasio kompresi 11,5:1 serta bore x stroke 60,0 x 53,0 mm. Di sektor roda, skuter ini memakai ban depan 110/70-14 dan ban belakang 130/70-13 dengan kompon semi-hot melt untuk membantu traksi.

Harga NWT 150 disebut mulai 14.980 Yuan. Posisi itu membuatnya tampil sebagai opsi roda dua yang menonjolkan fungsi dan efisiensi.

E-VO Cafe Racer: listrik bergaya ramping

Berbeda dari NWT 150, Honda E-VO Cafe Racer tampil tanpa knalpot dan membawa desain yang lebih bersih. Motor listrik ini memakai lampu depan LED, batok kepala membulat, serta spion yang menyatu dengan setang.

Dimensinya mencakup panjang 1.996 mm, lebar 755 mm, tinggi 1.057 mm, dan jarak sumbu roda 1.380 mm. Ground clearance minimum 186 mm dan tinggi sadel 765 mm membuatnya tetap terasa praktis untuk penggunaan di kawasan perkotaan.

Model ini ditawarkan dengan dua pilihan baterai, yaitu 4,1 kWh dan 6,3 kWh. Varian 4,1 kWh diklaim bisa menempuh 120 km dalam pengujian WTMC, dengan waktu isi ulang 90 menit lewat listrik rumah tangga atau 60 menit memakai pengisi daya cepat.

Untuk baterai 6,3 kWh, jarak tempuhnya naik menjadi 170 km WTMC. Waktu pengisian yang diklaim adalah 150 menit di rumah dan 90 menit dengan pengisi daya cepat.

Kedua versi menggunakan motor listrik yang sama dengan daya 15,53 kW atau setara 21,5 PS. Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui belt, sementara posisi motor penggerak berada di tengah.

E-VO GT: skuter futuristis yang lebih lengkap

Honda E-VO GT membawa pendekatan berbeda lagi lewat bentuk skuter listrik futuristis. Ukurannya tercatat 1.975 x 751 x 1.125 mm dengan jarak sumbu roda 1.400 mm, lalu bobot kosongnya 148 kg.

Skuter ini memiliki ground clearance 128 mm dan tinggi jok 765 mm. Kombinasi itu membuatnya diposisikan sebagai kendaraan harian yang lincah, stabil, dan tetap ramah untuk banyak pengendara di Asia.

Dari sisi performa, E-VO GT memakai motor listrik tipe mid-mounted dengan tenaga puncak 15,8 kW atau 21,4 PS. Sumber dayanya berasal dari baterai lithium “new energy safety” 74V 56Ah, dengan klaim jarak tempuh 120 km berdasarkan WMTC dan kecepatan maksimum 110 km/jam.

Pengisian dayanya juga dibuat praktis. Dengan home charging 1,8 kW, baterai dapat terisi dari 20 sampai 80 persen dalam sekitar 1,5 jam, sedangkan charging pile 3,4 kW memangkas waktunya menjadi 1 jam.

E-VO GT juga dilengkapi cakram di kedua roda dan ABS untuk mendukung pengereman. Di bagian teknologi, motor ini mengandalkan panel instrumen TFT 7 inci dengan arsitektur pintar Wi LINK, termasuk fitur buka kunci lewat aplikasi, NFC, Bluetooth, integrasi smartphone, OTA, hingga konektivitas dengan kamera DJI.

Source: www.zigwheels.co.id
Berita Terbaru