Tiga Pengikut Ahmad Dhani Tertipu Emas Murah, Kerugian Mencapai Rp60 Juta Dari Akun Diretas

Tiga orang dilaporkan menjadi korban setelah akun Instagram Ahmad Dhani diduga diambil alih dan dipakai untuk menawarkan emas murah. Total kerugian yang tercatat dari modus itu mencapai sekitar Rp60 juta.

Kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian, menyebut akun terverifikasi milik kliennya sempat dikuasai pihak tak bertanggung jawab sejak pagi hingga siang hari. Dalam rentang waktu itu, akun tersebut dimanfaatkan untuk menyebarkan tawaran emas dengan harga di bawah pasar dan membuat sejumlah pengikut tertipu.

Modus memanfaatkan akun centang biru

Penipuan ini berjalan karena pelaku memakai akun resmi yang sudah terverifikasi. Status centang biru membuat pesan yang dikirim dari akun tersebut tampak meyakinkan bagi para pengikut.

Aldwin menjelaskan, korban percaya karena melihat identitas digital yang digunakan adalah akun milik Ahmad Dhani. Dari situ, sebagian pengikut langsung mengirim uang setelah tergiur harga emas yang ditawarkan jauh lebih murah.

Tiga korban sudah terdata

Berdasarkan data sementara yang dihimpun pihak kuasa hukum, jumlah korban yang sudah melapor ada tiga orang. Nilai kerugian yang muncul dari laporan awal itu disebut berada di kisaran Rp60 juta.

Aldwin menegaskan bahwa laporan bukan hanya ditujukan untuk pemulihan akses akun. Langkah hukum juga diarahkan untuk menindaklanjuti kerugian yang sudah muncul akibat transaksi yang terjadi saat akun berada di tangan peretas.

Laporan masuk ke kepolisian

Dugaan peretasan tersebut telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan itu juga dimaksudkan untuk menjaga nama baik Ahmad Dhani agar publik memahami bahwa penipuan terjadi saat akun dikuasai pihak lain.

Dalam proses pelaporan, tim kuasa hukum turut menyerahkan barang bukti digital. Salah satunya berupa notifikasi peringatan perubahan akses akun yang diterima melalui surat elektronik.

Penyelidikan masih berjalan

Setelah laporan diterima, kepolisian dijadwalkan memanggil saksi dan menyusun Berita Acara Pemeriksaan untuk mendalami dugaan akses ilegal itu. Langkah tersebut diharapkan bisa membantu mengungkap pihak yang mengambil alih akun dan memakainya untuk menipu korban.

Kasus ini menunjukkan bagaimana akun media sosial yang diretas bisa dipakai untuk menjalankan penipuan dalam waktu singkat. Risiko itu semakin besar ketika akun tersebut sudah terverifikasi dan memiliki banyak pengikut.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait