Persebaya Surabaya masih punya target nyata saat menutup musim Super League 2025/2026. Di laga terakhir, tim berjuluk Bajul Ijo itu membidik kemenangan atas Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (23/5/2026).
Tiga poin di kandang sendiri bukan sekadar soal angka. Hasil itu bisa membantu Persebaya menjaga posisi akhir klasemen sekaligus memberi penutup yang lebih menyenangkan bagi ribuan Bonek dan Bonita yang hadir mendukung sepanjang musim.
Dorongan untuk menutup musim dengan baik
Bek kanan Persebaya, Catur Pamungkas, menegaskan bahwa seluruh pemain ingin tampil maksimal di partai pamungkas ini. Ia menilai laga terakhir di depan pendukung sendiri menjadi kesempatan tepat untuk membalas dukungan yang terus mengalir.
“Kami ingin menutup musim dengan kemenangan. Apalagi kami bermain di kandang sendiri di depan Bonek dan Bonita,” ujar Catur Pamungkas, Kamis (21/5/2026).
Bagi Persebaya, kemenangan juga berarti menjaga momentum positif yang sudah dibangun selama kompetisi. Karena itu, fokus tim tidak hanya tertuju pada hasil, tetapi juga pada cara mereka mengakhiri musim dengan performa yang meyakinkan.
Pertemuan yang punya nilai emosional
Laga melawan Persik Kediri juga membawa kesan tersendiri bagi Catur. Pada pertemuan pertama, ia sempat mencetak gol ke gawang Macan Putih meski pertandingan berakhir 1-1.
Gol itu tercipta pada menit ke-53 setelah sundulan Gali Freitas ditepis kiper Persik Kediri, lalu bola rebound disambar Catur menjadi gol. Momen tersebut masih menjadi pengalaman yang berkesan dan ikut menambah semangatnya saat kembali menghadapi lawan yang sama.
Posisi klasemen masih jadi perhatian
Menjelang laga terakhir, Persebaya berada dalam situasi yang masih menguntungkan di papan atas. Hingga Kamis (21/5/2026) malam, tim asuhan Persebaya menempati posisi keempat dengan 55 poin.
Di sisi lain, Persik Kediri ada di urutan ke-12 dengan 39 poin. Jarak poin itu tidak membuat laga menjadi ringan, karena Persebaya tetap perlu menjaga konsentrasi sejak awal pertandingan.
Kemenangan akan membantu Persebaya mengunci akhir musim yang lebih kompetitif. Selain itu, hasil positif di GBT juga menjadi cara terbaik untuk mempertahankan rasa puas setelah perjalanan panjang bersama para pendukung.
GBT dan dukungan tribun yang menentukan
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo diperkirakan memberi warna besar pada duel ini. Kehadiran Bonek dan Bonita bisa menjadi dorongan tambahan bagi pemain untuk tampil lebih berani sekaligus lebih disiplin.
Persebaya memahami bahwa laga terakhir selalu memiliki nuansa emosional tersendiri. Karena itu, ketenangan dan fokus menjadi modal penting agar dukungan besar dari tribun benar-benar berubah menjadi kemenangan di lapangan.
Source: www.beritasatu.com