Peringatan tsunami menjadi perhatian utama setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Filipina selatan dan memicu kekhawatiran di sepanjang pesisir. Otoritas meminta warga di wilayah rendah segera bergerak ke tempat yang lebih tinggi, sementara sejumlah daerah di Mindanao langsung mengambil langkah darurat.
Di Alabel, kota yang berada dekat General Santos, dua orang dilaporkan tewas tertimpa tembok yang runtuh. Sersan Kepala Robert Dagon dari kepolisian General Santos juga mengonfirmasi satu kematian lain serta empat korban luka-luka.
Gempa utama itu berpusat di lepas pantai dekat General Santos, kota di Filipina selatan yang memiliki sekitar 720.000 penduduk. Beberapa jam setelah guncangan awal, Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS mencatat serangkaian gempa susulan yang kuat, muncul sekitar dua jam kemudian.
Kerusakan juga terlihat di sejumlah titik setelah getaran besar tersebut. Video yang diunggah ke media sosial dan diverifikasi AFP memperlihatkan pusat perbelanjaan dengan restoran cepat saji Jollibee di Kota General Santos hancur menjadi puing-puing.
Di lokasi lain, sebuah gedung sekolah juga ambruk. Menurut pejabat setempat, bangunan itu tidak berpenghuni saat runtuh, sehingga tidak ada laporan tambahan mengenai korban di tempat tersebut.
Evakuasi cepat di wilayah pesisir
Respons darurat bergerak cepat di beberapa daerah yang berada dekat jalur risiko. Di Kiamba, kota pesisir yang dekat dengan pusat gempa, sekitar 50.000 penduduk telah mengungsi.
Kepala penanggulangan bencana regional Agripino Dacera menyebut sekitar 80 persen penduduk sudah pindah ke tempat yang lebih tinggi. Ia juga mengatakan seluruh desa di sepanjang pantai telah diperintahkan menuju pusat-pusat evakuasi.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos memerintahkan penghentian kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak di Pulau Mindanao. Ia juga menyerukan evakuasi segera dan menegaskan agar warga tidak menunda perpindahan dari area berisiko.
“Pindah ke tempat yang lebih tinggi sekarang. Jangan menunggu,” kata Marcos. “Hidup Anda lebih penting daripada apa pun yang tertinggal.”
Ancaman meluas ke kawasan sekitar
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyebut gelombang tsunami mungkin terjadi dalam tiga jam ke depan. Peringatan itu mencakup pantai Filipina, Indonesia, Palau, Taiwan, dan Papua Nugini.
Di saat yang sama, bandara di General Santos ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Operasi penyelamatan juga masih berlangsung di sejumlah titik terdampak saat otoritas memantau perkembangan situasi.
Kombinasi gempa kuat, gempa susulan, dan ancaman tsunami membuat kondisi di selatan Filipina tetap genting. Fokus utama kini tertuju pada wilayah pesisir yang masih berada dalam jalur risiko.
Source: news.detik.com






