Tiket Liga Sudah Tembus Rp100 Miliar, I.League Ingin Stadion Punya Daya Tarik Setara Bioskop

Author: Redaksi Android62

I.League menilai stadion harus menawarkan pengalaman yang cukup kuat untuk membuat penonton kelas A-B mau datang langsung, bukan sekadar menonton dari layar. Bagi operator liga, pertandingan sepak bola lokal perlu dikemas sebagai hiburan yang sanggup menandingi pilihan rekreasi lain, termasuk bioskop.

Dorongan itu muncul karena minat terhadap laga domestik sudah tumbuh, tetapi pengalaman di stadion dinilai masih perlu dibenahi. Kenyamanan, rasa aman, dan kelancaran akses menjadi perhatian utama jika sepak bola ingin lebih menarik bagi kelompok penonton dengan daya beli lebih tinggi.

Pasar tiket sudah bergerak

Direktur Bisnis dan Komersial I.League, Sadikin Aksa, menyebut penjualan tiket pertandingan untuk satu musim sudah berada di atas Rp100 miliar untuk seluruh klub. Angka itu menunjukkan pasar yang aktif dan memberi sinyal bahwa ruang pertumbuhan masih terbuka lebar.

Dalam pandangan I.League, tiket tetap menjadi salah satu penopang utama klub selain sponsor. Karena itu, kenaikan kualitas pengalaman menonton dianggap penting agar potensi pendapatan tidak berhenti di level sekarang.

Target utama adalah segmen A-B

I.League kini melihat segmen A-B sebagai sasaran yang bisa memperkuat industri sepak bola nasional. Kelompok ini dinilai memiliki kemampuan belanja lebih tinggi, sehingga bisa membantu menaikkan nilai bisnis pertandingan lokal.

Meski fokus diarahkan ke kelas A-B, I.League tidak ingin meninggalkan pasar B-C. Namun, untuk mendorong pendapatan ke level yang lebih tinggi, liga menilai perlu ada upaya menjangkau lapisan penonton yang lebih atas.

Kenyamanan jadi penentu

Tantangan terbesar, menurut I.League, bukan hanya kualitas laga di lapangan. Pengalaman saat masuk stadion, berada di area pertandingan, sampai proses pulang setelah laga juga ikut menentukan apakah penonton mau kembali datang.

Sadikin menilai penonton kelas A-B cenderung lebih peka terhadap kenyamanan dan keamanan. Mereka memerhatikan detail yang mungkin lebih kecil, tetapi justru menjadi pembeda saat memilih hiburan.

Karena itu, atmosfer stadion tidak cukup hanya mengandalkan pertandingan. Pengalaman menonton harus terasa rapi, aman, dan nyaman agar keluarga maupun penonton lintas usia merasa stadion layak dipilih.

Contoh yang sudah terlihat

I.League menilai pertandingan tim nasional senior Indonesia bisa menjadi gambaran bagaimana penyelenggaraan yang tertata menarik perhatian segmen A-B. Keteraturan, kenyamanan, dan rasa aman disebut menjadi elemen yang membuat pengalaman menonton terasa lebih bernilai.

Sadikin juga melihat banyak orang sebenarnya ingin datang langsung ke stadion untuk merasakan atmosfer pertandingan. Namun, hambatan pada sisi kenyamanan masih membuat sebagian penonton menunda keputusan itu.

Karena itu, stadion dipandang perlu menjual lebih dari sekadar 90 menit permainan. Dari datang, menikmati laga, hingga pulang dengan aman, seluruh rangkaian pengalaman disebut harus terasa lengkap.

Persaingan dengan hiburan lain

I.League bahkan membandingkan pengalaman di stadion dengan hiburan seperti menonton film di bioskop. Perbandingan itu dipakai untuk menegaskan bahwa sepak bola lokal harus mampu memberi kenyamanan dan daya tarik yang setara sebagai pilihan rekreasi.

Jika pengalaman menonton bisa dibenahi, pertandingan sepak bola tidak hanya akan menjadi tontonan olahraga. I.League melihatnya bisa berkembang menjadi hiburan favorit yang punya daya saing kuat di tengah banyak pilihan lain.

Source: bola.bisnis.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru