Pertahanan Timnas Putri Indonesia Hanya Kebobolan Sekali, Laos Jadi Penentu Gelar Kedua

Timnas Putri Indonesia membawa catatan pertahanan yang lebih rapat menuju final Piala AFF Wanita melawan Laos. Dari fase grup hingga semifinal, Garuda Pertiwi hanya kebobolan satu gol sambil mencetak lima gol.

Catatan itu menjadi modal penting untuk memburu gelar kedua setelah Indonesia menjadi juara pada edisi perdana 2024. Final melawan Laos akan dimainkan pada Rabu (22/7) di Stadion Kuala Lumpur, Malaysia.

Modal Statistik Menjelang Final

Indonesia dan Laos sama-sama mencapai laga puncak melalui jalur yang ketat. Namun, produktivitas dan catatan kebobolan kedua tim memperlihatkan keunggulan angka bagi skuad Indonesia.

TimGol DicetakGol Kebobolan
Indonesia51
Laos32

Keunggulan angka tersebut tidak otomatis menentukan hasil final. Laos telah menunjukkan kemampuan bertahan dalam laga penting saat menang tipis di semifinal.

Menurut CNN Indonesia, Laos menyingkirkan Kamboja dengan skor 1-0 untuk merebut tiket ke final. Hasil itu menjadi peringatan bagi Indonesia karena Kamboja sebelumnya mampu menahan imbang Garuda Pertiwi 1-1 pada fase grup.

Gol Indonesia Datang dari Banyak Pemain

Kekuatan Indonesia juga terlihat dari penyebaran pencetak gol yang tidak bertumpu pada satu pemain. Lima gol yang dibuat sepanjang turnamen berasal dari lima pemain berbeda.

Estella Loupatty, Emily Nahon, Sheva Imut, Gea Yumanda, dan Remini Rumbewas sudah mencatatkan nama di papan skor. Variasi tersebut memberi Indonesia beberapa pilihan ancaman saat memasuki area pertahanan lawan.

Laos memiliki dua pencetak gol dalam perjalanan menuju final. Anna Keo Onsy menjadi pemain paling produktif dengan dua gol, sedangkan Kemmy Phatdala menyumbang satu gol.

Kemampuan mengendalikan pergerakan Anna Keo Onsy akan menjadi salah satu perhatian utama Indonesia. Ketajamannya menyumbang dua dari tiga gol Laos di turnamen ini.

Dua Jalur Berbeda Menuju Laga Puncak

Indonesia memastikan langkah ke final setelah mengalahkan Singapura 2-0 pada semifinal. Kemenangan tersebut memberi dorongan moral karena Singapura sebelumnya bermain imbang 1-1 dengan Laos di fase grup.

Laos, di sisi lain, lolos dengan menaklukkan Kamboja dalam pertandingan yang berakhir 1-0. Kedua semifinal memperlihatkan bahwa kedua finalis mampu melewati lawan dengan karakter permainan yang berbeda.

Pertemuan ini juga membawa Indonesia kembali pada kenangan keberhasilan 2024. Saat itu, Indonesia mengalahkan Kamboja 3-1 di final dan menjadi juara pertama Piala AFF Wanita.

Gelar kedua akan mempertegas kesinambungan pencapaian Timnas Putri Indonesia di turnamen tersebut. Safira Ika dan rekan-rekannya kini memiliki satu pertandingan untuk mempertahankan status sebagai kampiun.

Tiket Kejuaraan ASEAN Sudah Terkunci

Terlepas dari hasil final, Indonesia dan Laos sudah memastikan tempat di ASEAN Women’s Championship 2027. Piala AFF Wanita 2026 menjadi jalur kualifikasi, dengan tiga tim teratas memperoleh tiket ke turnamen tersebut.

Indonesia sebelumnya tampil di ASEAN Women’s Championship 2025 setelah menjuarai Piala AFF Wanita 2024. Dalam ajang itu, Indonesia mengakhiri fase grup di posisi juru kunci.

Final di Kuala Lumpur membuka kesempatan bagi Indonesia untuk membawa modal yang lebih kuat menuju kompetisi ASEAN berikutnya. Ketahanan lini belakang dan efektivitas para pencetak gol akan menentukan apakah trofi kembali menjadi milik Garuda Pertiwi.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terkait