TMR Stick Raikiri II Menjanjikan Presisi, Namun Dock Rapuh dan Gear Link Mengganggu Nilai Premiumnya

ASUS ROG Raikiri II menempatkan kekuatan utamanya pada sisi input. Controller premium ini membawa TMR sticks anti-drift, micro switches pada tombol, trigger lock dua tahap, empat tombol belakang yang dapat diprogram, serta polling rate hingga 1000Hz di PC.

Bagi pemain yang mengutamakan presisi, kombinasi itu terasa sangat menggoda. Raikiri II juga mendukung konektivitas 2.4 GHz RF, Bluetooth, dan kabel, sehingga fleksibilitas pakainya cukup lengkap untuk berbagai perangkat.

Keunggulan paling terasa ada pada stik analog dan respons tombol. TMR joysticks membuat pergerakan terasa lebih stabil, sementara tombol berbasis micro-switch memberi sensasi klik yang lebih tegas dan mirip tombol mouse.

Karakter seperti ini membuat kontrol terasa lebih tajam saat bermain. Trigger lock dua tahap ikut membantu ketika game menuntut tembakan yang lebih cepat, sedangkan empat tombol belakang memberi ruang untuk penempatan perintah penting tanpa harus melepas ibu jari dari stik.

Dari sisi desain, Raikiri II tetap membawa rasa yang akrab bagi pengguna Xbox. Layout joystick offset dan bentuk bodinya membuat adaptasi tidak terasa sulit, apalagi bobotnya juga lebih ringan dibanding Xbox Elite.

Pegangan bertekstur dan lekukan bodi menambah rasa mantap saat digenggam. Tombol belakangnya juga dinilai lebih tegas dan lebih mudah dibedakan, sehingga kenyamanan saat sesi bermain panjang ikut terbantu.

Untuk pemakaian harian, daya tahan baterainya termasuk menarik. ASUS mengklaim baterai Raikiri II mampu bertahan hingga 50 jam ketika RGB dan getaran dimatikan, sementara penggunaan normal berada di sekitar 30 jam.

Dalam pengujian, daya tahannya disebut berada di kisaran 30–40 jam saat mode wireless dengan RGB aktif. Angka ini membuatnya cukup meyakinkan untuk dipakai lintas sesi bermain tanpa terlalu sering mencari заряд ulang.

Sistem konektivitasnya juga tergolong fleksibel. Ada sakelar fisik untuk Bluetooth, wireless, USB, serta mode Xbox dan PC, dan pengujian menunjukkan koneksinya stabil di PC, Xbox, maupun Bluetooth tanpa gangguan berarti.

Meski begitu, dua bagian justru menahan kesan premiumnya. Charge dock bawaan terasa ringan dan materialnya dinilai murah, lalu kaki dock disebut sangat rapuh karena hanya bertumpu pada peg kecil.

Kondisi itu membuat dock mudah terlepas jika tersenggol. Pada controller dengan harga RRP $189.99, aksesori pengisian seperti itu jelas terasa kurang sejalan dengan kelas produknya.

Poin lemah lain datang dari software konfigurasi. ASUS memakai Gear Link berbasis web, sehingga pengaturan controller membutuhkan internet dan jadi kurang praktis saat bepergian atau ketika koneksi bermasalah.

Penguji juga mencatat software ini mengikuti bahasa lokal perangkat, bukan selalu bahasa yang diinginkan pengguna. Akibatnya, pengalaman mengatur kontrol terasa tidak konsisten, padahal perangkatnya sendiri diposisikan sebagai produk premium.

Di kelas harga tersebut, Raikiri II berhadapan langsung dengan Xbox Elite Controller Series 2. Elite masih unggul pada dock yang lebih matang dan pengalaman penggunaan yang lebih mapan, meski tetap bukan tanpa masalah seperti stick drift dan keausan bumper.

Di sisi lain, Raikiri II punya nilai tarik yang kuat lewat TMR sticks yang berpotensi lebih tahan terhadap drift dalam jangka panjang. Namun pada harga $189.99, keunggulan teknis itu masih harus berdiri berdampingan dengan dock yang rapuh dan software berbasis web yang belum terasa selevel produk premiumnya.

Berita Terkait