Toei Games Fokus IP Orisinal, Mampukah Nanti Mengangkat Nasib Game One Piece?

Toei Company kini resmi memperluas langkahnya ke industri game melalui peluncuran Toei Games, sebuah label publishing internal yang diarahkan untuk pasar global. Fokus awalnya ada pada game PC di Steam, lalu ekspansi ke konsol akan menyusul, sehingga langkah ini menandai perubahan arah yang cukup penting bagi perusahaan yang selama ini sangat identik dengan anime.

Kehadiran Toei Games langsung memancing rasa penasaran, terutama dari penggemar One Piece. Banyak yang bertanya apakah divisi baru ini bisa menjadi titik balik bagi waralaba besar tersebut, yang selama ini sering hadir di video game dengan nama besar tetapi belum selalu diikuti kualitas yang benar-benar memuaskan.

Fokus awal masih hati-hati

Toei tidak langsung menaruh beban besar pada proyek adaptasi waralaba yang sudah ada. Informasi resmi yang dikutip dari artikel referensi menyebutkan bahwa Toei Games akan berfokus pada intellectual property orisinal terlebih dahulu, sehingga One Piece belum terlihat sebagai target utama dalam tahap awal.

Arah ini menunjukkan bahwa Toei sedang menyusun fondasi lebih dulu. Dengan memulai dari IP baru, perusahaan bisa membangun pengalaman internal, pola produksi, dan jalur distribusi yang lebih stabil sebelum menangani judul besar yang ekspektasinya jauh lebih tinggi.

Pertanyaan lama soal One Piece ikut muncul lagi

Meski begitu, nama One Piece tetap sulit dilepaskan dari pembahasan ini. Waralaba tersebut punya basis penggemar yang sangat besar, dunia cerita yang luas, dan materi yang sebenarnya sangat kaya untuk dijadikan game yang kuat.

Namun, justru karena potensinya besar, riwayat adaptasi gamenya sering terasa belum benar-benar memuaskan. Banyak judul One Piece yang lebih tampak seperti pelengkap dari popularitas anime dan manga, bukan sebagai produk utama yang dibangun dengan ambisi penuh.

Deretan game yang belum menutup harapan fans

Beberapa judul sebelumnya sempat menarik perhatian, tetapi hasilnya belum selalu meninggalkan kesan mendalam. Seri Pirate Warriors dikenal lewat pendekatan musou yang repetitif, sehingga pemain kerap menghadapi pola aksi yang mirip dari satu sesi ke sesi lain.

World Seeker datang dengan janji dunia terbuka yang lebih ambisius, tetapi artikel referensi menyebut hasil akhirnya belum cukup seimbang antara eksplorasi, cerita, dan gameplay. Sementara itu, One Piece Odyssey membawa perhatian lewat visual dan lore yang kuat, tetapi game tersebut ikut disorot karena tingkat kesulitannya terlalu menuntun pemain dan ritme turn-based yang cenderung lambat.

Belum ada tolok ukur sekuat pesaingnya

Masalah utama di sini bukan sekadar apakah game One Piece layak dimainkan atau tidak. Yang dinilai belum muncul adalah satu judul yang benar-benar bisa menjadi standar baru dan berdiri sejajar dengan adaptasi anime sukses lainnya.

Dragon Ball FighterZ dan Naruto: Ultimate Ninja Storm sering dijadikan pembanding karena keduanya tidak hanya mengandalkan popularitas IP. Keduanya juga berhasil membentuk identitas gameplay yang kuat, sehingga terasa lebih dari sekadar adaptasi biasa dan mudah diingat banyak pemain.

Di sisi lain, One Piece masih menunggu game yang bisa mencapai posisi serupa. Popularitasnya besar, tetapi konsistensi kualitas di lini video game belum menghasilkan satu judul yang benar-benar dianggap istimewa oleh banyak penggemar.

Kekuatan One Piece justru masih kuat di ranah lain

Artikel referensi juga menyoroti bahwa daya tarik One Piece di dunia game justru banyak ditopang oleh One Piece Card Game. Hal ini menunjukkan bahwa waralaba tersebut tetap punya kekuatan komersial yang tinggi di medium permainan, meski belum sepenuhnya terwujud dalam video game yang menonjol.

Fakta itu juga memperlihatkan bahwa masalahnya bukan pada minat pasar. Permintaan dan perhatian terhadap One Piece tetap besar, hanya saja belum semua peluang tersebut diarahkan ke format video game yang benar-benar mampu memenuhi ekspektasi.

Apa yang harus berubah agar hasilnya berbeda

Peluncuran Toei Games memang membuka jalan baru, tetapi jalan itu belum otomatis menghapus pola lama. Agar One Piece bisa lepas dari kesan game medioker, pendekatan kreatifnya perlu berubah dan tidak lagi terlalu aman.

Pengembangan juga membutuhkan investasi yang lebih besar dan waktu produksi yang lebih panjang. Tanpa dukungan seperti itu, game berisiko kembali terasa sebagai adaptasi yang hanya mengandalkan nama besar waralaba, bukan pada kualitas pengalaman bermain.

Toei Games sendiri masih berada pada tahap awal dengan fokus utama di IP orisinal. Jika fondasi yang dibangun dari sana berhasil memperkuat kualitas produksi dan standar kerja internal, peluang untuk menangani waralaba besar seperti One Piece dengan hasil yang lebih solid tentu akan terbuka lebih lebar.

Source: tech.sportskeeda.com

Berita Terkait