Token Justin Sun Diduga Dibekukan, Gugatan Baru Menyeret World Liberty Financial

Justin Sun membawa sengketa dengan World Liberty Financial ke pengadilan federal San Francisco setelah menuduh proyek kripto yang terkait dengan keluarga Trump itu membekukan token miliknya dan mengancamnya dengan tindakan yang ia nilai setara pemerasan. Dalam gugatan tersebut, miliarder kripto itu meminta pengadilan menghentikan pembakaran token, membatalkan pembekuan atas asetnya, serta memberi ganti rugi yang tidak dirinci.

Perselisihan ini menandai perubahan besar dalam hubungan Sun dengan proyek tersebut, yang sebelumnya sempat mendapat dukungan darinya. Kini, hubungan itu berubah menjadi konflik terbuka di tengah sorotan terhadap pengelolaan token WLFI dan stabilitas bisnis World Liberty.

Tuntutan Sun ke pengadilan

Dalam pengaduannya, Sun menuduh World Liberty diam-diam menambah kewenangan yang memungkinkan perusahaan membekukan tokennya dan menghalangi penjualan aset tersebut. Ia juga menyebut perusahaan mengambil langkah yang memberi mereka kuasa untuk membakar token yang tersimpan di dompet digital pribadinya.

Sun meminta pengadilan membekukan kembali token miliknya agar tidak dipindahkan atau dihapus. Ia juga meminta larangan agar World Liberty tidak membakar atau membebani token itu dengan tindakan lain yang dapat mengurangi nilainya.

Menurut gugatan tersebut, pada November, World Liberty mengubah sistem sehingga WLFI token dapat dialokasikan ulang dari satu pengguna ke pengguna lain. Sun menilai perubahan itu memperkuat kemampuan perusahaan untuk membatasi transfer token para pengguna.

Dugaan tekanan dan ancaman

Sun menuduh proyek itu tidak hanya membatasi asetnya, tetapi juga berusaha menekan dirinya agar menanam modal lebih jauh. Ia mengatakan World Liberty ingin dirinya berinvestasi di stablecoin USD1 dan mendorong penggunaannya di blockchain Tron, jaringan yang ia bangun.

Ia juga menyebut adanya upaya untuk memaksanya menempatkan ekuitas di holding company World Liberty. Dalam pengaduannya, Sun menggambarkan tindakan tersebut sebagai tekanan yang terus meningkat terhadap dirinya dan perusahaan-perusahaannya.

Ancaman yang paling disorot muncul ketika salah satu co-founder proyek, Chase Herro, disebut mengancam akan membakar token tersebut pada September. Saat itu, nilai token yang dipersoalkan disebut mencapai $776 juta.

Kerugian yang diklaim dan hubungan yang memburuk

Sun menyatakan dirinya dan perusahaan-perusahaannya menanggung “ratusan juta dolar” kerugian akibat langkah-langkah World Liberty. Ia juga menuduh perusahaan mengancam akan melaporkannya ke otoritas pidana jika ia berusaha menegakkan haknya atas token tersebut.

Dalam gugatan itu, Sun menyebut ancaman seperti itu sebagai bentuk tekanan yang setara dengan pemerasan kriminal. Ia menilai pembekuan tokennya terjadi setelah World Liberty tidak senang karena dirinya membeli memecoin Trump senilai $100 juta.

Hubungan yang sebelumnya tampak dekat itu kemudian memburuk. Sun dan pihak World Liberty sempat saling sindir di platform X ketika ketegangan di antara para investor awal proyek ikut meningkat.

Investasi besar yang berujung sengketa

Sebelum konflik ini memanas, Sun diketahui telah menanam modal besar di proyek tersebut. Ia disebut menggelontorkan total $45 juta untuk membeli 3 miliar token WLFI pada 2024 dan 2025.

Selain pembelian itu, Sun juga menerima tambahan 1 miliar token WLFI sebagai imbalan atas perannya sebagai penasihat proyek. Namun, hubungan itu kemudian merenggang setelah Sun menolak memberikan investasi dan dukungan tambahan yang diminta pihak proyek.

Sun juga menyebut bahwa pada Desember, kedua pihak sempat sepakat untuk tidak membakar token miliknya selama proses negosiasi yang berlangsung hingga akhir Februari. Detail itu kini menjadi bagian dari sengketa yang sedang diperdebatkan di pengadilan.

Sorotan pada kondisi keuangan World Liberty

Di luar persoalan token pribadi, Sun juga mempertanyakan kondisi keuangan World Liberty Financial. Ia menilai proyek itu tampak berada di bawah tekanan, terutama setelah perusahaan disebut mengambil pinjaman dengan WLFI token sebagai agunan.

World Liberty menyatakan pihaknya memiliki cukup modal untuk menghindari gagal bayar atas pinjaman tersebut. Namun, gugatan Sun tetap menambah tekanan terhadap proyek yang sedang menjadi perhatian karena hubungan bisnisnya dengan keluarga Trump.

Sampai saat ini, World Liberty belum memberikan komentar atas gugatan itu. Eric Trump, salah satu co-founder proyek, memberi respons melalui X, sementara Chase Herro disebut tidak langsung menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja.

Investor awal masih menunggu akses token

Sengketa ini juga menyorot posisi investor awal lain yang masih belum bisa memperdagangkan 80% token mereka. Sebuah usulan yang sedang dipertimbangkan bahkan akan menunda akses perdagangan itu setidaknya selama dua tahun.

Kondisi tersebut membuat pertarungan antara Sun dan World Liberty bukan sekadar soal token milik satu investor, tetapi juga menyangkut kebijakan pengelolaan aset, akses pasar, dan arah bisnis proyek kripto yang kini berada di bawah pengawasan lebih tajam. Gugatan Sun membuat isu cadangan stablecoin USD1 dan kontrol atas WLFI kembali menjadi pusat perhatian.

Berita Terkait