Mulai Juli 2026, Toko Aplikasi Pesaing Bisa Masuk Google Play di AS

Pengguna Android di Amerika Serikat akan memperoleh cara baru untuk memasang marketplace alternatif mulai 22 Juli 2026. Toko aplikasi pihak ketiga yang memenuhi syarat dapat didistribusikan langsung melalui Google Play.

Perubahan tersebut membuka jalur resmi bagi marketplace pesaing untuk menjangkau pengguna tanpa mengandalkan pemasangan file APK secara manual. Selama ini, distribusi toko alternatif umumnya dilakukan melalui sideloading dari luar toko resmi.

Distribusi Resmi Mengubah Akses Pengguna

Sideloading mengharuskan pengguna mencari, mengunduh, dan memasang aplikasi sendiri dari sumber eksternal. Proses itu dipandang memiliki risiko lebih besar karena pengguna harus memastikan keamanan aplikasi secara mandiri.

Melalui skema baru, operator marketplace alternatif dapat menawarkan aplikasi toko mereka lewat Google Play. Jalur ini membuat akses terhadap toko pesaing lebih mudah dijangkau oleh pengguna Android di Amerika Serikat.

Google juga akan memberikan akses penuh ke katalog aplikasi Play Store kepada operator toko pihak ketiga yang lolos persyaratan. Akses itu memungkinkan mereka menampilkan daftar aplikasi yang tersedia di ekosistem Android secara waktu nyata.

TahapWaktuPeristiwa
Gugatan dimulai2020Epic Games menggugat Google terkait dugaan monopoli distribusi aplikasi.
Putusan juri2023Juri menyatakan Google melanggar aturan persaingan usaha.
Penerapan kebijakan22 Juli 2026Toko aplikasi pihak ketiga dapat didistribusikan melalui Google Play di Amerika Serikat.

Pengembang Tetap Memegang Kendali

Pembukaan katalog tidak membuat seluruh aplikasi Play Store otomatis muncul di setiap marketplace alternatif. Pengembang independen tetap dapat menggunakan mekanisme opt-out untuk mengecualikan aplikasi mereka dari distribusi melalui toko pihak ketiga.

Opsi tersebut memberi pengembang kendali atas saluran distribusi produknya. Karena itu, ketersediaan sebuah aplikasi di Google Play belum menjamin aplikasi tersebut akan tampil pada semua marketplace pesaing.

Operator marketplace juga tidak dapat langsung mengikuti program distribusi baru tanpa pemeriksaan. Google mewajibkan verifikasi keamanan menyeluruh dan pemenuhan standar operasional sebelum sebuah toko aplikasi dapat masuk ke skema tersebut.

Selain memenuhi persyaratan keamanan, operator diwajibkan membayar biaya administrasi tahunan. Ketentuan ini ditujukan untuk memastikan peserta program merupakan entitas yang serius dalam menjalankan layanan marketplace.

Dampak Putusan Epic Games

Kebijakan baru ini merupakan bagian dari pelaksanaan putusan perkara antimonopoli yang diajukan Epic Games pada 2020. Pengembang Fortnite itu menuding Google mempertahankan monopoli dalam distribusi aplikasi melalui Play Store.

Pada 2023, juri pengadilan menyatakan Google melanggar aturan persaingan usaha dan putusan tersebut kemudian dikuatkan dalam proses banding. Hasil perkara itu mewajibkan Google membuka akses bagi marketplace pesaing dalam ekosistem Android.

Google sebelumnya sempat mengusulkan agar toko aplikasi pesaing tetap menggunakan jalur sideloading. Pengadilan menolak usulan tersebut dan mengarahkan pembukaan distribusi melalui mekanisme yang lebih resmi.

Keamanan Tetap Menjadi Perhatian

Hadirnya toko aplikasi pihak ketiga berpotensi memperluas pilihan pengguna saat mencari aplikasi Android. Pengembang juga mendapatkan jalur distribusi yang lebih beragam di luar toko utama milik Google.

Namun, ekosistem yang lebih terbuka tetap menempatkan keamanan siber sebagai perhatian utama. Verifikasi terhadap operator toko dan pembaruan sistem operasi perangkat akan tetap penting bagi pengguna yang ingin memperoleh perlindungan keamanan terbaru.

Penerapan awal kebijakan ini hanya berlaku di Amerika Serikat. Dampak yang lebih luas akan bergantung pada pelaksanaan program tersebut dan kemungkinan penerapannya di wilayah lain pada masa mendatang.

Berita Terkait