Tokopedia Bantah PHK Massal, Penataan Internal dan Lowongan Baru Tetap Jalan

Author: Redaksi Android62

Manajemen TikTok dan Tokopedia Group membantah kabar adanya pemutusan hubungan kerja massal terhadap karyawan. Perusahaan menegaskan bahwa yang terjadi adalah penataan tenaga kerja di dalam grup setelah integrasi bisnis kedua platform.

Executive Director of Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia, Stephanie Susilo, menyebut tidak ada PHK di TikTok maupun Tokopedia Group. Ia menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan internal mobility agar karyawan bisa berpindah ke unit bisnis lain sesuai kebutuhan organisasi.

Penataan tenaga kerja di dalam grup

Stephanie menegaskan proses yang berjalan merupakan penyesuaian internal, bukan pemangkasan sepihak. Menurut dia, perusahaan sedang mengatur ulang penempatan tenaga kerja agar selaras dengan struktur bisnis setelah integrasi ekosistem TikTok dan Tokopedia.

Ia menyampaikan, “Tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group,” ujar Stephanie di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Dalam penjelasannya, sebagian pekerja memang memilih mengambil paket kompensasi yang ditawarkan perusahaan. Namun, sebagian lainnya tetap melanjutkan karier di lingkungan TikTok dan Tokopedia melalui penempatan ulang ke divisi yang membutuhkan tenaga baru.

Respons pemerintah atas isu yang beredar

Isu ini sempat menarik perhatian otoritas ketenagakerjaan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli kemudian merespons setelah menerima penjelasan langsung dari manajemen TikTok Group selaku induk Tokopedia.

Pembahasan soal kabar tersebut juga digelar dalam pertemuan khusus untuk menjawab pertanyaan publik. Dialog itu difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen.

Pemerintah menilai skema pemindahan kerja internal memberi kepastian bagi kelangsungan karier pekerja. Keberadaan sejumlah lini usaha di bawah naungan TikTok Group juga disebut menjadi penyangga bagi karyawan yang terdampak restrukturisasi organisasi.

Rekrutmen baru masih dibuka

Di tengah proses penataan internal itu, bisnis entitas gabungan tersebut disebut masih berkembang. TikTok Group dilaporkan membuka sekitar 100 lowongan kerja untuk pasar Indonesia.

Pembukaan posisi baru itu menunjukkan aktivitas operasional perusahaan tetap berjalan. Sementara itu, transisi internal terus dilakukan agar penempatan karyawan lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis di ekosistem TikTok dan Tokopedia.

Source: teknologi.bisnis.com
Berita Terbaru