Topuria Tumbang di UFC White House, Mendez Kini Lebih Melirik Conor McGregor

Kekalahan Ilia Topuria di UFC White House langsung mengubah peta lawan potensial untuk Islam Makhachev. Javier Mendez menilai nama Topuria tidak lagi berada di posisi paling menarik setelah petarung berjuluk El Matador itu kalah telak dari Justin Gaethje.

Pelatih Makhachev itu bahkan menegaskan bahwa kubunya tidak membutuhkan Topuria untuk membawa sang juara ke level yang lebih tinggi. Dalam pandangannya, ada opsi yang jauh lebih besar dari sisi nilai pertarungan maupun perhatian publik.

McGregor dinilai punya daya tarik lebih besar

Nama yang kini lebih mencuri perhatian Mendez adalah Conor McGregor. Ia menyebut pertarungan Makhachev melawan petarung asal Irlandia itu bisa menjadi salah satu laga terbesar dalam sejarah UFC.

Dalam pernyataannya kepada Submission Radio, Mendez mengatakan, “Kita tidak membutuhkan Topuria agar Islam bisa melesat ke level yang lebih tinggi.” Ia kemudian menambahkan bahwa McGregor bisa menjadi lawan yang lebih besar jika skenario pertarungan itu benar-benar terwujud.

Mendez juga membuka ruang untuk kemungkinan tersebut apabila McGregor mampu memenuhi syarat yang ada. Menurut dia, jika McGregor menang pada 11 Juli nanti, pembicaraan soal duel melawan Makhachev bisa kembali menguat.

Topuria sempat masuk radar sebelum tersandung

Sebelum kekalahannya, Topuria sempat dipandang sebagai kandidat serius untuk menantang Makhachev di kelas welter. Ambisinya naik dari kelas bulu dan wacana mengikuti jejak Makhachev membuat namanya ramai dalam percakapan soal perebutan status juara UFC di tiga divisi berbeda.

Topuria juga sempat melontarkan kritik keras kepada Makhachev. Ia pernah menyebut petarung asal Dagestan itu sebagai “pengecut” karena meninggalkan divisi kelas ringan saat dirinya naik dari kelas bulu.

Namun kekalahan dari Gaethje di ajang UFC White House, Minggu lalu, membuat momentum itu hilang. Hasil tersebut bukan hanya menjadi kekalahan pertama dalam karier MMA profesional Topuria, tetapi juga ikut meredupkan spekulasi duel melawan Makhachev.

Jalan McGregor masih terbuka

McGregor sendiri dijadwalkan kembali ke Octagon setelah lima tahun absen dengan menghadapi Max Holloway di UFC 329. Ia datang sebagai underdog, terlebih catatan kemenangannya di UFC sejak 2016 hanya mencakup kemenangan atas Donald Cerrone yang kini telah pensiun.

Meski demikian, peluang McGregor untuk tetap masuk dalam percakapan soal Makhachev belum tertutup. Jika ia mampu mengalahkan Holloway dan menciptakan kejutan besar, daya tarik pertarungan itu akan kembali meningkat.

McGregor juga sebelumnya sudah memberi sinyal mengenai kemungkinan laga tersebut dalam kontraknya bersama UFC. Karena itu, hasil pertarungannya melawan Holloway dapat menjadi penentu arah pembicaraan di kelas welter, terutama setelah posisi Topuria melemah usai kekalahan di Washington DC.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa daftar lawan potensial Makhachev masih sangat dipengaruhi hasil di dalam oktagon. Dalam hitungan UFC, perubahan satu hasil laga saja bisa langsung mengubah figur yang paling layak diburu untuk pertarungan besar berikutnya.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait