Torino Jaga Rekor Kandang, Dua Gol Cepat Setelah Tertinggal Tundukkan Sassuolo 2-1

Author: Redaksi Android62

Torino kembali menunjukkan bahwa Stadion Olimpico Grande Torino bukan tempat yang mudah ditaklukkan. Saat sempat tertinggal dari Sassuolo, tim Granata justru membalas dengan cepat melalui dua gol dalam empat menit dan menutup laga dengan kemenangan 2-1.

Hasil itu memperpanjang laju positif Torino di kandang. Dari 15 poin maksimal di markas sendiri, mereka sudah mengumpulkan 13 poin, sebuah catatan yang menegaskan kestabilan tim ketika bermain di depan pendukungnya.

Sassuolo sempat memulai pertandingan dengan tempo agresif. Kombinasi Volpato dan Pinamonti hampir menghasilkan gol pada menit kedua, tetapi Paleari berhasil menggagalkan ancaman tersebut.

Torino juga tidak lepas dari tekanan di awal laga. Sundulan Njie pada menit ke-12 sempat menguji pertahanan Sassuolo, sementara pertandingan di babak pertama berjalan ketat dengan bola bahkan membentur mistar gawang dua kali sebelum jeda.

Kebuntuan baru pecah setelah turun minum ketika Kristian Thorstvedt membawa Sassuolo unggul. Gelandang itu memanfaatkan umpan dari Lipani dan bola pantul di dalam kotak penalti untuk menembus pertahanan Torino.

Tertinggal membuat Torino menaikkan intensitas serangan. Roberto D’Aversa lalu memasukkan Duvan Zapata untuk menambah daya dobrak, dan perubahan itu langsung memberi pengaruh pada permainan tuan rumah.

Giovanni Simeone menjadi awal kebangkitan Torino. Sundulannya pada menit ke-21 mengubah suasana stadion setelah ia menyelesaikan umpan dari Ebosse dan menyamakan kedudukan untuk Granata.

Empat menit kemudian, Torino benar-benar berbalik unggul. Marcus Pedersen menuntaskan peluang lewat tandukan kepala dan mencetak gol pertamanya di kompetisi sepak bola Italia, sekaligus memastikan tim tuan rumah mengambil alih kendali pertandingan.

Skor 2-1 bertahan sampai peluit akhir berbunyi. Kemenangan ini membuat Torino menyamai raihan 44 poin yang mereka capai pada musim sebelumnya dan memperkuat kesan bahwa tim ini sangat stabil, terutama saat tampil di kandang.

D’Aversa menilai hasil tersebut lahir dari kerja harian tim dan konsistensi performa di markas sendiri. Ia juga menegaskan bahwa Torino harus membidik posisi yang lebih tinggi di klasemen, karena sekadar aman dari ancaman degradasi dianggap belum cukup untuk klub dengan identitas besar seperti Granata.

Modal itu datang pada waktu yang tepat menjelang laga derbi di Stadion Grande Torino pada pekan terakhir. Dengan performa kandang yang impresif, Torino membawa kepercayaan diri yang lebih besar saat berusaha memperbaiki posisi di klasemen akhir Serie A musim 2026.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru