Tottenham Kembali Percaya Diri Di Tangan De Zerbi, Dua Kemenangan Tandang Jadi Tanda Awal

Dua kemenangan beruntun langsung mengubah cara Tottenham Hotspur dipandang di bawah Roberto De Zerbi. Dari tim yang sempat terlihat rapuh secara mental, mereka kini mulai menunjukkan keyakinan baru yang terasa jelas saat menghadapi Wolverhampton Wanderers dan Aston Villa.

Perubahan itu menjadi sorotan karena Tottenham sebelumnya berada dalam kondisi yang sangat berat. Setelah kegagalan menyakitkan di kandang, banyak pemain tampak terpukul, sementara suasana di stadion ikut kehilangan energi dan harapan.

De Zerbi datang dengan pendekatan yang berbeda dari sekadar membenahi taktik. Ia membaca bahwa persoalan utama Tottenham bukan hanya soal permainan, tetapi juga beban psikologis yang menahan tim untuk tampil lepas.

Pendekatan mental yang langsung terasa

Sejak awal, De Zerbi menempatkan dirinya sebagai figur yang harus mengatur suasana di ruang ganti, klub, dan juga di kalangan suporter. Ia tidak memilih bahasa pesimistis, melainkan mendorong tim untuk percaya bahwa kebangkitan masih mungkin terjadi.

Setelah laga pertamanya, ia bahkan menegaskan bahwa tim ini masih bisa meraih lima kemenangan beruntun. Ucapan itu terdengar berani karena Tottenham belum menang di liga sejak Desember dan sudah lama tidak mencatat rangkaian hasil positif yang panjang.

Sikap tegasnya juga terlihat saat ia menyebut pemain yang datang latihan tanpa senyum akan dipulangkan. Baginya, tidak ada ruang untuk energi negatif di dalam kelompok yang sedang berusaha keluar dari tekanan besar.

Efek langsung di lapangan

Dampak pendekatan itu mulai terlihat ketika Tottenham meraih dua kemenangan tandang secara beruntun. Mereka mengalahkan Wolverhampton Wanderers dan Aston Villa, dengan penampilan yang disebut sebagai yang terbaik di liga sejak masa awal Ange Postecoglou.

Saat menghadapi Aston Villa, Tottenham bermain dengan keyakinan penuh pada instruksi pelatih. Para pemain terlihat percaya sepenuhnya pada apa yang diminta De Zerbi, sesuatu yang sudah lama tidak tampak dalam cara mereka bermain.

Pengaruhnya juga hadir saat Tottenham tidak memegang bola. Mereka menekan Villa dengan sangat baik dan menunjukkan salah satu penampilan bertahan terbaik mereka dalam beberapa tahun.

Pemain yang kembali hidup

Salah satu contoh paling jelas terlihat pada Randal Kolo Muani. De Zerbi sebelumnya sudah menjelaskan upayanya memotivasi pemain yang dianggap tidak selalu bermain dengan dorongan penuh, dan hasilnya langsung terlihat di lapangan.

Kolo Muani tampil jauh lebih baik dan menjadi gangguan terus-menerus bagi lawan. Ia juga memenangkan banyak duel 50-50 di berbagai area, yang memperkuat kesan bahwa kualitasnya kini kembali keluar dengan lebih konsisten.

Perubahan seperti ini memberi gambaran bahwa Tottenham bukan lagi kumpulan individu yang kehilangan arah. Tim itu mulai terlihat sebagai satu kesatuan yang kembali punya tujuan bersama.

Ruang ganti ikut berubah

De Zerbi pernah menyebut bahwa para pemain tidak hanya membutuhkan pelatih, tetapi sosok seperti saudara atau ayah. Pernyataan itu menggambarkan keinginannya untuk masuk ke sisi mental pemain dan menghapus beban yang selama ini menahan mereka.

Pendekatan tersebut memberi efek berbeda di tengah klub yang sebelumnya dipenuhi konflik. Fans, pemain, dan staf yang dulu sering tampak saling berhadap-hadapan kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebersamaan.

Conor Gallagher juga menegaskan seusai laga bahwa para pemain percaya pada De Zerbi dan merasakan cara sang pelatih membuat mereka bermain. Kepercayaan semacam itu menjadi modal penting setelah periode panjang yang penuh tekanan.

Tekanan belum hilang sepenuhnya

Meski ada tanda-tanda perbaikan, Tottenham tetap belum aman. Satu hasil buruk dari tim lain masih bisa menyeret mereka kembali ke zona degradasi dan mengembalikan tekanan besar.

Namun, dua kemenangan tandang beruntun memberi sinyal kuat bahwa De Zerbi berhasil menggeser suasana psikologis tim. Tottenham kini bermain dengan lebih alami, lebih percaya diri, dan mulai menyerupai diri mereka sendiri lagi.

Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum itu saat menghadapi Leeds. Jika kestabilan mental yang dibangun De Zerbi terus bertahan, perubahan besar di Tottenham akan semakin sulit dibantah.

Source: www.nytimes.com

Berita Terkait