Toyota Avanza 1.3 L 2026 Lewati Rp 4 Jutaan, Pajak Terendahnya Tetap Perlu Disiapkan

Toyota Avanza 1.3 L 2026 kini menghadirkan beban pajak tahunan yang sudah berada di atas Rp 4 jutaan untuk varian termurah. Angka paling rendah itu muncul pada versi manual yang tercatat sebesar Rp 4,028 juta, sedangkan versi CVT naik menjadi Rp 4,301 juta.

Selisih tersebut penting diperhatikan calon pembeli karena biaya kepemilikan tidak hanya ditentukan oleh harga jual. Pada model ini, nilai jual kendaraan bermotor atau NJKB ikut mendorong besaran dasar pajak, sehingga kenaikan kecil pada NJKB bisa langsung terasa pada tagihan tahunan.

Dasar pajak ikut naik

Dalam dokumen Permendagri nomor 11 tahun 2026 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat, NJKB menjadi komponen utama dalam menghitung dasar pengenaan pajak. Saat NJKB meningkat, angka yang dipakai untuk menghitung pajak kendaraan juga ikut terkerek.

Pada Toyota Avanza 1.3 L 2026, NJKB varian manual tercatat Rp 185 juta. Sementara itu, varian CVT berada di angka Rp 198 juta, sehingga wajar bila beban pajaknya lebih tinggi dibandingkan versi manual.

Varian manual tetap paling murah, tapi sudah lewat Rp 4 juta

Untuk Avanza 1.3 L manual yang terdaftar di Jakarta sebagai kendaraan pertama, DP PKB tercatat Rp 194,25 juta. Dengan tarif PKB 2 persen, pajak pokoknya menjadi Rp 3,885 juta.

Setelah ditambah SWDKLLJ sebesar Rp 143 ribu, total pajak tahunan Avanza 1.3 L M/T mencapai Rp 4,028 juta. Dengan hitungan itu, varian manual memang masih menjadi pilihan termurah di keluarga Avanza 1.3 L 2026, tetapi nominalnya sudah tidak lagi berada di bawah Rp 4 juta.

Versi CVT punya beban lebih besar

Varian CVT membawa DP PKB yang lebih tinggi, yakni Rp 207,9 juta. Dari dasar itu, pajak pokok dengan tarif PKB 2 persen menjadi Rp 4,158 juta.

Ketika SWDKLLJ Rp 143 ribu ikut dimasukkan, total pajak tahunan Avanza 1.3 L CVT berada di Rp 4,301 juta. Perbedaan ini berasal dari dasar pengenaan pajak yang memang lebih besar pada versi CVT dibandingkan model manual.

Angka pajak bisa berbeda tergantung daerah

Nominal pajak tersebut berlaku untuk Avanza 1.3 L yang terdaftar di Jakarta sebagai kendaraan pertama. Jika status registrasinya berbeda, misalnya sebagai kendaraan kedua dan seterusnya di Jakarta, atau didaftarkan di luar Jakarta, maka angka pajaknya juga bisa berubah.

Karena itu, pembeli perlu melihat lokasi pendaftaran dan status kendaraan sebelum menyiapkan dana tahunan. Satu model mobil dapat memiliki beban pajak yang tidak sama antarwilayah, meski spesifikasinya tetap serupa.

Harga jual dan spesifikasi tetap jadi bahan pertimbangan

Di pasar, Toyota Avanza 1.3 L dibanderol Rp 243,7 juta untuk varian manual dan Rp 258,7 juta untuk versi matic. Mobil ini memakai mesin berkode 1NR-VE dengan kapasitas 1.329 cc.

Dimensinya mencakup diameter x langkah 72.5 x 80.5 mm, tenaga maksimum 98 PS pada 6.000 rpm, serta torsi maksimal 12.4 kgm pada 4.200 rpm. Tinggi bodinya tercatat 1.665 mm, sehingga calon pembeli bisa menimbang harga jual, spesifikasi mesin, dan pajak tahunan secara bersamaan sebelum memilih varian yang paling sesuai.

Source: oto.detik.com

Berita Terkait