Toyota Hilux Battery EV hadir dengan pendekatan yang tegas: pikap listrik ini tidak diarahkan menjadi kendaraan gaya hidup semata, melainkan tetap membawa karakter kerja berat yang selama ini melekat pada Hilux. Toyota-Astra Motor memperkenalkannya sebagai bagian dari perluasan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Target pasarnya juga jelas, mulai dari sektor industri, pertambangan, perkebunan, hingga perusahaan yang sedang beralih ke kendaraan rendah emisi. Di tengah pasar yang masih didominasi mobil listrik penumpang, Hilux Battery EV menawarkan format utilitarian yang tetap relevan untuk operasional lapangan.
Dibangun untuk tetap kokoh di lapangan
Secara visual, Hilux Battery EV memakai konfigurasi kabin ganda dengan panjang 5.320 mm dan lebar 1.855 mm. Wajah depannya mendapat grille baru, bumper yang lebih modern, serta pencahayaan Full LED untuk membantu visibilitas.
Kesan pekerja keras tetap dijaga lewat pelek aluminium 17 inci dan pijakan samping di area bak. Toyota juga mempertahankan fungsi utamanya sebagai kendaraan yang mudah dipakai untuk aktivitas muat dan bongkar barang.
| Spesifikasi Utama | Detail |
|---|---|
| Konfigurasi | Kabin ganda |
| Panjang | 5.320 mm |
| Lebar | 1.855 mm |
| Ground Clearance | 312 mm |
| Pelek | Aluminium 17 inci |
Ground clearance 312 mm menjadi salah satu angka yang paling menonjol karena memberi ruang lebih saat melintasi jalan berbatu, berlumpur, atau area proyek. Dengan jarak terendah ke tanah itu, Hilux Battery EV disiapkan agar tetap percaya diri di kondisi yang menuntut daya tahan ekstra.
Tenaga listrik dan mode medan jadi nilai jual utama
Di balik bodinya, Hilux Battery EV mengandalkan dua motor listrik tipe Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) dengan penggerak semua roda atau All-Wheel Drive (AWD). Tenaga maksimumnya mencapai 144 kW atau sekitar 193 HP, dengan torsi yang disebut terbagi 205,5 Nm di roda depan dan 268,6 Nm di roda belakang.
Sumber energinya berasal dari baterai lithium-ion 59,2 kWh yang diklaim mampu membawa mobil melaju hingga 315 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Karakternya diperhalus lagi lewat transmisi satu percepatan, sehingga respons berkendara terasa lebih halus dan minim getaran.
| Performa dan Daya | Detail |
|---|---|
| Motor | 2x PMSM |
| Penggerak | AWD |
| Tenaga Maksimum | 144 kW atau sekitar 193 HP |
| Baterai | Lithium-ion 59,2 kWh |
| Jarak Tempuh | Hingga 315 km |
Untuk membantu pengemudi di beragam permukaan jalan, Toyota menambahkan fitur Multi-Terrain Select dengan mode lumpur, pasir, dan salju. Sistem ini memberi dukungan tambahan saat traksi menjadi tantangan utama, terutama di medan yang berubah-ubah.
Struktur sasis juga diperkuat, sementara area e-axle mendapat pelindung tambahan agar komponen vital lebih aman. Suspensi belakang tipe De-Dion dipakai untuk menjaga stabilitas saat membawa muatan berat maupun ketika melintasi jalan yang tidak rata.
Kabin dan fitur keselamatan ikut disesuaikan
Masuk ke kabin, Toyota membekali Hilux Battery EV dengan AC otomatis dua zona dan kursi pengemudi berpengaturan elektrik. Di bagian hiburan dan konektivitas, tersedia layar multimedia 12,3 inci yang mendukung Apple CarPlay serta pengisian daya nirkabel.
Fitur keselamatannya mencakup enam airbag, Tire Pressure Monitoring System (TPMS), dan sejumlah teknologi pendukung lain untuk menunjang perlindungan pengemudi serta penumpang. Dengan paket itu, Hilux Battery EV tidak hanya ditawarkan sebagai kendaraan listrik, tetapi juga sebagai alat kerja harian yang tetap memperhatikan aspek keamanan.
Harga di Indonesia dan posisi pasarnya
Di Indonesia, Toyota Hilux Battery EV dipasarkan mulai Rp1.019.000.000 OTR Jakarta. Haloyouth.pikiran-rakyat.com mencatat, kombinasi teknologi elektrifikasi, kemampuan melintasi berbagai medan, dan potensi efisiensi operasional menjadi daya tarik utamanya bagi perusahaan maupun pelaku usaha.







