Amerika Latin muncul sebagai pasar yang pertumbuhan transaksinya melampaui perkiraan MultiRealm Games. Temuan itu memberi dorongan baru bagi ekspansi internasional perusahaan, ketika Asia Tenggara tetap menjadi basis pasar utamanya.
Pasar Barat juga menghadirkan peluang berbeda karena nilai transaksi per pengguna lebih tinggi, meski jumlah transaksi tidak selalu sebesar di Asia Tenggara. Kondisi tersebut menggeser perhatian bisnis game digital dari sekadar mengejar volume pemain menjadi menilai kualitas setiap transaksi.
Peta Peluang di Tiga Kawasan
| Wilayah | Karakter Transaksi | Peluang bagi MRP |
|---|---|---|
| Asia Tenggara | Jumlah transaksi tinggi | Tetap menjadi pasar utama |
| Pasar Barat | Jumlah transaksi lebih rendah, nilai transaksi lebih besar | Didukung daya beli konsumen yang berbeda |
| Amerika Latin | Pertumbuhan transaksi lebih cepat dari perkiraan | Menjadi fokus penetrasi global |
VP of Growth & Marketing MultiRealm Games, Hendi, menyatakan perkembangan di pasar Barat dan Amerika Latin menjadi kejutan positif bagi perusahaan. Ia menilai perbedaan daya beli konsumen di pasar Barat membuat nilai tiap transaksi lebih besar dibandingkan sejumlah wilayah lain.
MRP merupakan entitas PT Bukalapak.com Tbk yang menaungi LapakGaming. Perusahaan memulai ekspansi internasional pada 2024 dengan mengandalkan teknologi pembayaran digital dan jaringan distribusi produk digital.
Pembayaran Bukan Sekadar Pelengkap
Jangkauan game digital memang tidak terikat oleh toko fisik dan hambatan distribusi barang. Namun, kemudahan menjangkau pengguna lintas negara tidak serta-merta membuat proses ekspansi berjalan sederhana.
Menurut Hendi, dua aspek paling menentukan ketika memasuki negara baru adalah sistem pembayaran dan pasokan produk digital. Platform harus menyesuaikan layanan dengan kebiasaan transaksi, ketentuan setempat, serta ketersediaan produk pada tiap pasar.
“Kalau gaming ini kan borderless. Berbeda dengan bisnis produk fisik yang harus membangun toko atau infrastruktur terlebih dahulu,” kata Hendi dalam Media Gathering di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Perbedaan aturan juga mencakup penetapan harga, metode pembayaran, pajak, dan kebijakan privasi. Hendi menegaskan ekspansi layanan game tidak cukup dilakukan dengan menerjemahkan aplikasi ke bahasa lokal.
Mobile Gaming Masih Menguasai Transaksi
Di tengah pertumbuhan game PC dan konsol, mobile gaming masih menjadi penopang utama ekonomi game digital bagi MRP. Basis pengguna yang besar serta frekuensi Transaksi Mikro Mobile membuat segmen ini mendominasi jumlah pembelian.
“Kalau melihat jumlah transaksi, microtransaction di mobile gaming memang masih belum ada tandingannya. Gaming sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat,” ujar Hendi seperti dilaporkan Suara.com.
Ekosistem game kini juga berkaitan dengan esports, streaming, dan industri kreatif. Perangkat yang semakin canggih serta kapasitas penyimpanan ponsel yang bertambah mendukung konsumsi game digital secara lebih luas.
Jalur Baru bagi Pengembang Indonesia
Ekspansi jaringan distribusi MRP berpotensi membuka akses lebih luas bagi game buatan Indonesia menuju pengguna di negara lain. Meski demikian, kontribusi game lokal terhadap keseluruhan transaksi masih relatif kecil.
Hendi melihat antusiasme studio dalam negeri terus berkembang, dengan banyak pengembang mulai membangun game sendiri. Sebagian besar pengembang saat ini masih berfokus pada PC karena investasi dan model bisnisnya dinilai lebih cepat.
MRP memandang industri game memiliki daya tahan ketika sektor digital lain menghadapi perlambatan. Pandemi COVID-19 disebut memperlihatkan bahwa konsumsi game dapat tetap tumbuh saat banyak sektor mengalami kontraksi.
Source: www.suara.com






