Transisi Besar Memori Samsung, Ponsel Kelas Menengah Siap Melaju ke LPDDR5

Samsung disebut sedang bersiap menghentikan produksi LPDDR4 dan LPDDR4X, dua jenis DRAM yang selama ini banyak dipakai di ponsel murah dan kelas menengah. Jika perubahan ini berjalan sesuai laporan, lini perangkat terjangkau Samsung berpotensi segera mengandalkan LPDDR5 yang lebih cepat.

Laporan dari Korea Selatan menyebut divisi memori Samsung sudah menerima pesanan terakhir untuk DRAM lama tersebut. Setelah seluruh pesanan itu dipenuhi, LPDDR4 dan LPDDR4X dikabarkan akan dihentikan secara resmi, meski produksi masih kemungkinan berlangsung sampai akhir tahun untuk menuntaskan order yang tersisa.

Arah produksi mulai bergeser

Langkah Samsung ini tidak hanya soal mengakhiri masa pakai chip lama. Perusahaan disebut ingin mengalihkan kapasitas pabrik ke memori yang lebih modern dan lebih menarik secara bisnis.

Di saat permintaan semikonduktor memori sedang tinggi, strategi tersebut dinilai bisa membantu Samsung memaksimalkan pendapatan. Kondisi pasar yang kuat dan harga yang lebih tinggi menjadi faktor penting di balik dorongan untuk bergerak lebih cepat.

Setelah produksi LPDDR4 dan LPDDR4X benar-benar berakhir, Samsung diperkirakan mulai memindahkan lini produksinya pada kuartal pertama tahun berikutnya. Arah itu menunjukkan bahwa perusahaan ingin mempercepat peralihan ke standar memori yang lebih baru.

Ponsel murah bisa ikut terdorong naik kelas

Dampak paling terasa dari perubahan ini kemungkinan hadir di perangkat yang lebih terjangkau. Samsung dikabarkan akan mendorong ponselnya sepenuhnya memakai LPDDR5 setelah stok LPDDR4X habis digunakan.

Salah satu model yang disebut dalam laporan adalah Galaxy A17. Ponsel ini berpeluang bergeser dari LPDDR4X ke LPDDR5 pada batch produksi berikutnya, bergantung pada ketersediaan inventaris.

LPDDR5 sendiri menawarkan kecepatan yang jauh lebih tinggi. Dalam laporan yang sama, jenis RAM ini disebut bisa sekitar 50 persen lebih cepat dibanding LPDDR4X, sehingga perangkat berpeluang terasa lebih responsif saat dipakai harian.

Peningkatan tersebut bisa membantu saat pengguna membuka aplikasi, berpindah antar tugas, atau menjalankan fitur yang lebih berat. Pada perangkat murah, perubahan seperti ini sering terasa tanpa perlu mengubah desain luar ponsel.

Mengapa penghentian LPDDR4 dinilai penting

Masih banyak ponsel terjangkau yang memakai LPDDR4 atau LPDDR4X. Namun dari sisi industri, mempertahankan produksi chip lama sering dianggap kurang efisien ketika permintaan pasar sudah bergeser ke komponen yang lebih baru.

Samsung tampaknya melihat peluang yang lebih besar di segmen memori modern. Dengan mengurangi pembuatan DRAM lama, perusahaan bisa memusatkan sumber daya ke produk yang punya nilai jual lebih tinggi.

Langkah ini juga menandakan bahwa Samsung ingin mempercepat transisi standar memori di lini perangkatnya. Jika strategi berjalan sesuai laporan, teknologi yang biasanya lebih dulu hadir di ponsel flagship bisa ikut masuk ke kelas menengah dan entry-level.

Spesifikasi internal bisa berbeda antar batch

Peralihan ke LPDDR5 disebut tidak selalu terjadi seragam pada semua unit dalam satu model. Laporan menyebut unit yang diproduksi belakangan bisa memakai LPDDR5, sementara unit awal masih menggunakan LPDDR4X, tergantung stok yang tersedia.

Artinya, spesifikasi internal satu model ponsel bisa berbeda antar batch produksi. Kondisi ini penting diperhatikan, terutama pada perangkat menengah yang kerap mendapat revisi komponen di tengah jalan.

Jika rencana Samsung benar-benar berjalan, ponsel murah berpotensi mendapat dorongan performa yang cukup berarti tanpa perubahan besar pada sisi luar. Pada saat yang sama, perusahaan juga bisa memanfaatkan tingginya permintaan chip memori untuk mengarahkan produksi ke komponen yang lebih modern dan lebih menguntungkan.

Source: www.sammobile.com

Berita Terkait