Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan damai dengan Iran berpeluang ditandatangani dalam dua hingga tiga hari mendatang. Ia menyebut pembahasan sudah berada di tahap akhir dan hasilnya tidak akan memberi ruang bagi Iran memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun.
Trump juga mengaitkan penyelesaian itu dengan pembukaan kembali Selat Hormuz. Menurut dia, langkah tersebut akan mengikuti penandatanganan kesepakatan jika proses diplomatik yang berjalan saat ini benar-benar rampung.
Negosiasi Masih Berjalan Di Tengah Ketegangan
Pernyataan Trump muncul ketika upaya diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung setelah ketegangan militer meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Meski dialog terus dilakukan, situasi di kawasan belum sepenuhnya stabil.
Perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad disebut belum menghasilkan kesepakatan konkret untuk menyelesaikan seluruh akar konflik. Pembahasan saat ini masih diarahkan pada penyusunan memorandum kesepahaman.
Serangan Dan Gencatan Senjata Sebelumnya
Ketegangan itu dipicu oleh serangan pada 28 Februari ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk kawasan di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan merusak infrastruktur dan menimbulkan korban dari kalangan sipil.
Iran kemudian membalas dengan serangan yang menyasar wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Situasi sempat mereda setelah kedua negara mengumumkan gencatan senjata pada 7 April.
Isyarat Akhir Dari Pembicaraan
Di tengah proses itu, Amerika Serikat dan Iran masih tercatat beberapa kali melakukan aksi militer terbatas secara terpisah, meski tidak memicu eskalasi besar seperti sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa jalur politik dan jalur keamanan masih berjalan bersamaan.
Pernyataan Trump memberi sinyal bahwa negosiasi yang telah berlangsung selama beberapa bulan mulai mendekati tahap akhir. Jika tercapai, kesepakatan tersebut akan menjadi titik penting dalam meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran, terutama terkait isu nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
