Hasil pembongkaran perangkat Trump Mobile T1 menunjukkan bahwa ponsel itu nyaris identik dengan HTC U24 Pro. Temuan ini langsung memunculkan pertanyaan baru soal identitas produk yang selama ini dipasarkan seolah-olah sebagai perangkat berbeda.
iFixit menjadi pihak yang memperkuat dugaan tersebut setelah melakukan teardown terhadap unit T1 yang mulai dikirim ke sejumlah media. Dari pembongkaran itu, struktur internal kedua ponsel disebut hampir sama, bukan sekadar mirip dari tampilan luar.
Yang berubah hanya tampilan luar
Di bagian desain, perbedaan yang paling terlihat hanya ada pada warna dan panel belakang. Secara keseluruhan, bentuk perangkat T1 sangat dekat dengan HTC U24 Pro yang lebih dulu hadir pada 2024.
Kecurigaan atas kemiripan ini sebenarnya sudah muncul sejak unit T1 pertama kali terlihat. Tampilan luarnya dianggap terlalu dekat dengan model HTC, dan hasil teardown kemudian menguatkan dugaan tersebut.
Klaim perakitan di Amerika Serikat ikut disorot
Temuan ini ikut menyeret kembali klaim “made in the USA” yang sempat digunakan dalam pemasaran awal Trump Mobile. Jika T1 memang memakai basis perangkat yang sama dengan model lain, klaim itu dinilai sulit dipertahankan dalam bentuk semula.
Kini, Trump Mobile disebut tidak lagi memakai klaim itu dengan cara yang sama. Perusahaan tersebut disebut menyatakan bahwa perangkatnya “assembled” di Amerika Serikat, bukan sepenuhnya dibuat di sana.
Meski begitu, pernyataan soal perakitan di AS belum bisa diverifikasi sepenuhnya hanya dari perangkat yang sudah beredar. Artinya, pengamatan fisik sejauh ini baru cukup untuk menunjukkan kesamaan desain dan struktur, bukan untuk memastikan seluruh proses produksinya.
Skema ODM membuka kemungkinan yang lebih masuk akal
Kemiripan dengan HTC U24 Pro tidak otomatis berarti HTC sendiri memproduksi T1 untuk Trump Mobile. Kondisi bisnis HTC justru memberi petunjuk lain mengenai kemungkinan asal perangkat tersebut.
HTC merupakan perusahaan Taiwan yang telah menjual divisi ponselnya ke Google bertahun-tahun lalu. Setelah itu, HTC hanya merilis sedikit perangkat setiap tahun dan ketersediaannya juga terbatas di sejumlah pasar.
Dari situ muncul dugaan bahwa HTC bekerja dengan ODM asal China. Dalam model bisnis seperti ini, satu desain dasar dapat diproduksi untuk banyak merek, lalu disesuaikan pada bagian tertentu seperti branding, warna, atau panel belakang.
Skema ODM memang memungkinkan sebuah ponsel tampil dengan identitas berbeda meski basis perangkatnya sama. Karena itu, Trump Mobile diduga memakai model yang juga menjadi dasar HTC U24 Pro.
Chip yang digunakan belum disebut secara rinci
Jika T1 benar berbagi platform dengan HTC U24 Pro, perangkat itu kemungkinan memakai Snapdragon 7 Gen 3. Chip tersebut digunakan pada HTC U24 Pro, sementara Trump Mobile hanya mencantumkan “Snapdragon 7 Series” tanpa penjelasan model yang lebih spesifik.
Ketidakjelasan ini membuat spesifikasi T1 harus dibaca dari petunjuk tidak langsung, termasuk hasil teardown dan kemiripan antardesain. Dalam kasus seperti ini, bukti fisik jauh lebih membantu daripada materi promosi yang masih umum.
Perjalanan T1 sendiri juga tidak singkat. Perangkat itu diumumkan tahun lalu, sempat mengalami beberapa iterasi desain, lalu baru mulai dikirim sekitar sembilan bulan setelah jadwal awal yang dijanjikan.
Dengan hasil pembongkaran terbaru, penundaan itu kini bertemu dengan kenyataan bahwa perangkat final tampak seperti versi lain dari ponsel yang sudah lebih dulu beredar. Bagi publik, persoalannya tidak lagi hanya soal kemiripan desain, tetapi juga soal transparansi identitas produk dan asal pembuatannya.
Source: www.gsmarena.com






