Trump Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran, Pulau Kharg dan Gunung Pickaxe Masuk Target

Author: Redaksi Android62

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini mempertimbangkan operasi yang lebih luas terhadap Iran, dengan dua target yang paling disorot adalah Pulau Kharg dan kompleks bawah tanah di Gunung Pickaxe. Dua lokasi itu disebut berada dalam daftar opsi yang dibahas di Gedung Putih, di tengah eskalasi tekanan militer terhadap Teheran.

Menurut dua sumber di Gedung Putih yang dikutip CNN, pembahasan mengenai langkah lanjutan itu berlangsung intensif di Situation Room pada Selasa (14/7). Di saat yang sama, Trump juga telah memberi sinyal keras bahwa serangan terhadap Iran akan diperluas dalam beberapa minggu mendatang.

Pulau Kharg dan Gunung Pickaxe Jadi Sorotan Utama

Pulau Kharg dipandang penting karena menjadi pusat ekspor Iran, sementara kompleks di Gunung Pickaxe diyakini terkait dengan program nuklir Iran. Keduanya muncul sebagai target baru ketika Washington terus mencari cara untuk menekan kemampuan Iran bertahan di bawah tekanan militer dan diplomatik.

Trump sendiri menegaskan minatnya terhadap kedua wilayah itu dalam wawancara pekan ini. Namun, ia memberi isyarat bahwa operasi darat untuk merebut Kharg mungkin tidak dilakukan langsung oleh pasukan Amerika Serikat.

“Kami memiliki pihak lain yang akan melakukan kampanye darat untuk kami,” katanya kepada Fox News, tanpa menjelaskan pihak yang dimaksud.

Eskalasi di Sekitar Selat Hormuz

Selama lima hari terakhir, Amerika Serikat juga terus menggencarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Washington baru saja membombardir Pulau Tunb di dekat jalur strategis itu, yang disebut sebagai salah satu pangkalan militer Iran.

Pejabat AS mengatakan serangan tersebut ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran menghalangi kapal komersial melintasi jalur air tersebut. Sejauh ini, fokus serangan masih diarahkan ke peluncur rudal dan radar Iran.

Langkah itu memperlihatkan bahwa tekanan militer tidak hanya diarahkan pada kemampuan pertahanan Iran, tetapi juga pada jalur perdagangan yang sangat vital bagi kawasan. Di titik ini, Pulau Kharg dan Gunung Pickaxe menjadi dua opsi paling menonjol dalam pembahasan lanjutan Gedung Putih.

Posisi Trump Masih Ambigu

Di tengah kerasnya ancaman, Trump tetap menunjukkan sikap yang tidak sepenuhnya konsisten. Ia meragukan kesiapan Iran untuk bernegosiasi, tetapi pada saat yang sama juga mengeklaim Teheran siap kembali ke meja perundingan.

Frustrasi Trump dipicu oleh penolakan Iran untuk mengalah dalam isu nuklir dan pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz. Kondisi ini membuat opsi militer berikutnya terus dibahas, sementara arah eskalasi selanjutnya belum diumumkan secara resmi.

Situasi tersebut menempatkan Iran di bawah tekanan yang kian luas, dari ancaman terhadap infrastruktur energi sampai sasaran yang diduga terkait program nuklirnya. Hingga kini, Gedung Putih belum mengumumkan secara terbuka keputusan akhir atas langkah militer berikutnya.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru