Trump Telepon Putin dan Zelensky, Sinyal Damai Ukraina Menguat Jelang KTT NATO

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terpisah pada Sabtu (4/7) untuk membahas peluang perdamaian di Ukraina. Pembicaraan itu berlangsung ketika perhatian diplomatik mulai tertuju ke KTT NATO di Ankara, Turki.

Dalam percakapan dengan Trump, Zelensky menyebut ada peluang nyata untuk mengakhiri perang yang sudah memasuki tahun keempat. Ia menilai tekad Amerika Serikat menjadi faktor yang sangat menentukan dalam upaya itu.

Ukraina Tetap Menjadi Pokok Pembahasan

Melalui akun resminya di platform X, Zelensky mengatakan bahwa dirinya dan Trump membahas situasi terkini di garis depan serta langkah diplomatik yang sedang ditempuh. Ia juga menyampaikan bahwa keduanya sepakat melanjutkan pembahasan pada KTT NATO di Ankara.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa forum NATO di Turki berpotensi menjadi ruang lanjutan bagi perbincangan tingkat tinggi mengenai perang Ukraina. Situasi itu membuat agenda keamanan Eropa kembali berada di pusat perhatian menjelang pertemuan para pemimpin negara anggota.

Percakapan dengan Putin Berlangsung 85 Menit

Dari sisi Kremlin, ajudan kebijakan luar negeri Yuri Ushakov mengatakan Trump dan Putin membicarakan penyelesaian konflik Ukraina dengan mempertimbangkan agenda Trump di KTT NATO. Ushakov menyebut percakapan itu juga menyinggung partisipasi Trump dalam forum pada 7 dan 8 Juli.

Menurut Ushakov, percakapan dua pemimpin tersebut berlangsung sekitar 85 menit. Selain Ukraina, mereka juga membahas situasi di Iran dan perkembangan keamanan di Timur Tengah.

Moskow dan Kyiv Masih Berbeda Sikap

Meski komunikasi politik terus berjalan, jalan menuju gencatan senjata masih menghadapi hambatan besar. Moskow tetap menuntut Ukraina menarik seluruh pasukannya dari wilayah Donetsk sebagai syarat perdamaian, sementara Kyiv menolak tuntutan itu.

Putin disebut menjelaskan kondisi di lapangan kepada Trump dan mengklaim pasukan Rusia masih bergerak maju. Namun, perkembangan di medan perang menunjukkan laju ofensif Rusia belakangan terbatas karena penggunaan drone secara besar-besaran oleh kedua pihak.

Situasi tersebut membuat pergerakan kendaraan tempur berat semakin sulit dan memperpanjang kebuntuan di medan perang. Dengan posisi kedua pihak yang belum berubah, peluang terobosan diplomatik masih bergantung pada pembicaraan lanjutan dan tekanan politik yang menyertainya.

Menjelang KTT NATO di Ankara

KTT NATO di Ankara akan dihadiri delegasi dari 32 negara anggota. Trump dijadwalkan tiba di ibu kota Turki mulai Selasa untuk mengikuti rangkaian pertemuan tingkat tinggi tersebut.

Waktu pertemuan itu menjadi penting karena berlangsung di tengah perang yang belum mereda dan komunikasi intensif Trump dengan dua pemimpin yang berseberangan. Dengan isu Ukraina yang menonjol, KTT NATO di Ankara diperkirakan menjadi salah satu momen diplomatik yang paling diperhatikan dalam pembahasan keamanan kawasan Eropa Timur.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terkait