Trump Umbar Janji Transparansi Soal UFO dan Alien, Dokumen Rahasia Kini Bisa Diakses Publik

Lebih dari 160 berkas yang memuat sekitar 400 insiden misterius kini dibuka untuk publik melalui situs khusus milik Departemen Perang AS. Dokumen itu berisi laporan yang dikaitkan dengan UFO dan UAP, termasuk kasus-kasus yang belum punya penjelasan pasti.

Langkah ini langsung menarik perhatian karena berkas yang sebelumnya dianggap sulit dijangkau kini bisa ditinjau lebih luas. Pihak Departemen Perang AS menyebut materi tersebut sebagai kasus yang belum terselesaikan, sambil menjelaskan bahwa keterbatasan data menjadi salah satu alasan mengapa kesimpulan final belum dapat dibuat.

Di halaman dokumen itu, lembaga tersebut juga menegaskan bahwa di bawah pemerintahan saat ini, kebenaran akan dikejar dan temuan akan dibagikan kepada rakyat Amerika. Pelaporan atas kasus UAP yang sudah terselesaikan tetap akan berjalan terpisah sesuai mandat hukum.

Sorotan terhadap keterbukaan ini makin besar setelah Donald Trump mengunggah pernyataan di Truth Social. Ia menyebut bagian pertama berkas UFO dan UAP telah dirilis untuk ditinjau publik, lalu menegaskan bahwa pemerintah akan mengidentifikasi dan menyediakan berkas terkait Kehidupan Alien, Fenomena Udara Tak Dikenal, dan Benda Terbang Tak Dikenal.

Dalam unggahannya, Trump menekankan target transparansi yang lengkap dan maksimum. Sikap itu kembali mengangkat isu yang selama ini berada di persimpangan antara sains, intelijen, dan spekulasi publik.

Gedung Putih kemudian mengarahkan pengguna ke situs khusus Departemen Perang AS. Dari sana, publik dapat menemukan dokumen yang sebelumnya sulit diakses dan kini menjadi bahan peninjauan terbuka.

Isi berkas yang paling menyita perhatian

Dokumen terbaru disebut memuat laporan dari 2020 hingga 2023. Salah satu yang paling menonjol adalah rekaman video militer di Timur Tengah yang memperlihatkan objek berbentuk oval melesat cepat.

Ada juga catatan visual tentang penampakan misterius yang berubah menjadi cahaya biru saat misi NASA berlangsung. Berkas itu juga menyertakan rekaman benda logam berbentuk elips yang tiba-tiba menghilang pada 2023.

Mengutip NBC News, dokumen tersebut turut menampilkan transkrip misi Gemini 7 pada 1965. Dalam transkrip itu, astronot Frank Borman mencatat adanya ratusan partikel kecil yang melintas di dekat wahana antariksa mereka.

Respons dari NASA

Administrator NASA Jared Isaacman menyambut baik langkah keterbukaan tersebut. Ia menegaskan bahwa NASA akan tetap berpegang pada data ilmiah yang tersedia untuk membaca fenomena yang belum terjelaskan.

Isaacman juga menilai kejujuran soal apa yang sudah diketahui dan apa yang masih misterius penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Pandangan itu sejalan dengan pendekatan ilmiah yang tetap membuka ruang bagi penjelasan baru ketika data bertambah.

Sejumlah laporan lama dalam berkas itu bahkan sudah berhasil dibantah lewat penjelasan ilmiah atau teknis. Salah satu contohnya adalah penampakan pesawat misterius di atas Belanda pada 1948 yang semula dianggap anomali, lalu disimpulkan intelijen sebagai jet bermesin tunggal dengan bantuan roket cadangan.

Topik yang langsung meledak di X

Tak lama setelah pernyataan Trump dan unggahan Gedung Putih, tiga topik terkait Trump, Alien, dan UFO langsung masuk jajaran trending global di X. Pantauan melalui Trend24.in menunjukkan UFO bertahan sebagai kategori “Longest Trending” selama 10 jam beruntun.

Lonjakan perhatian ini memperlihatkan bahwa isu UFO masih sangat kuat memancing rasa ingin tahu publik. Saat dikaitkan dengan dokumen resmi pemerintah, isi berkas tersebut kini terus menjadi bahan pembicaraan global di kalangan warganet dan pengamat fenomena udara tak dikenal.

Source: www.suara.com

Berita Terkait