Tsunami Minor Terdeteksi Di 9 Wilayah Indonesia, BMKG Tetap Minta Warga Pesisir Menjauh

Author: Redaksi Android62

Gelombang tsunami minor terpantau di sembilan wilayah Indonesia setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang selatan Mindanao, Filipina. Meski skalanya kecil, temuan ini membuat BMKG meminta warga pesisir tetap menjauh dari pantai dan muara sungai untuk sementara waktu.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa peringatan dini tsunami akhirnya dihentikan setelah tidak ada kenaikan air laut yang dinilai membahayakan wilayah pesisir. Status tersebut berakhir pada 10.15.51 WIB, namun pemantauan terhadap gempa susulan tetap dilakukan.

Data BMKG menunjukkan gelombang kecil muncul di beberapa titik dengan ketinggian yang bervariasi. Di Loloda, Maluku Utara, tinggi gelombang tercatat 9 sentimeter, sedangkan Ternate mencapai 14 sentimeter.

Sejumlah wilayah lain juga mencatat kenaikan air laut dalam kategori minor. Ulu Siau, Sulawesi Utara, tercatat 18 sentimeter, Bitung 29 sentimeter, Tahuna 30 sentimeter, dan Tanjung Sidupa 32 sentimeter.

Dua lokasi lain di Sulawesi juga masuk dalam daftar pantauan. Melonguane, Sulawesi Utara, mencatat 32 sentimeter, Paleleh, Sulawesi Tengah, 45 sentimeter, sementara Talengan, Sangihe, menjadi lokasi dengan tinggi gelombang tertinggi, yakni 75 sentimeter.

Gempa yang memicu kejadian ini terjadi pada Senin pukul 06.37 WIB. Pusat gempa berada di laut pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT, sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

BMKG menjelaskan gempa tersebut berasal dari aktivitas subduksi lempeng dan tergolong gempa dangkal. Karena posisi sumber gempa berada di laut, lembaga itu sempat mengeluarkan empat kali peringatan dini tsunami sebelum kemudian menambah dua daerah lagi pada pembaruan berikutnya.

Faisal juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang bergerak cepat dalam menyebarkan informasi dan membantu evakuasi. Meski peringatan dini sudah dicabut, BMKG tetap meminta masyarakat tenang namun tidak lengah terhadap kemungkinan perubahan kondisi di pesisir.

Imbauan untuk menjauhi pantai berlaku sementara, termasuk tidak beraktivitas di tepi laut. Warga juga diminta menghindari area muara sungai karena kondisi di wilayah pesisir dapat berubah cepat setelah gempa besar.

Di Filipina, dampak gempa tercatat lebih berat. Kantor Pertahanan Sipil Filipina menyebut delapan orang meninggal dunia, dengan rincian tiga korban di Davao Occidental, tiga di General Santos City, dan dua di South Cotabato.

Warga di General Santos menggambarkan guncangan itu sebagai salah satu yang terkuat yang pernah mereka rasakan. Haula, salah satu warga setempat, mengatakan banyak bangunan runtuh dan kondisi kota sempat terganggu karena listrik serta air terputus.

Rangkaian kejadian ini menunjukkan bahwa gempa besar di Filipina dapat memicu dampak lintas negara hingga Indonesia. Karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat pesisir untuk terus mengikuti arahan pemerintah dan informasi resmi lembaga tersebut.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terbaru