Tuchel Longgarkan Aturan Inggris di Piala Dunia, Ada Larangan yang Tetap Tak Bisa Dilanggar

Thomas Tuchel mengambil langkah yang jarang muncul dalam pembahasan soal disiplin tim nasional. Ia mengizinkan pemain Timnas Inggris berhubungan intim selama Piala Dunia 2026, tetapi ada batas tegas yang tidak boleh dilanggar: tidak pada hari pertandingan.

Kebijakan itu menempatkan kenyamanan mental pemain di depan larangan lama yang kerap melekat pada atlet. Di tengah tekanan turnamen besar, Tuchel menilai keseimbangan pribadi dan emosional tetap penting agar para pemain bisa menjaga fokus.

Fokus Mental Lebih Diutamakan

Menurut pandangan Tuchel, pemain elit tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga ruang pribadi yang sehat. Dikutip dari Sunday Guardian, ia melihat suasana emosional yang stabil sebagai salah satu penopang performa di lapangan.

Pendekatan itu berbeda dari kebiasaan sejumlah pelatih yang masih menganggap larangan seks sebagai bagian dari disiplin kompetisi. Tuchel justru memilih aturan yang lebih longgar, selama tidak mengganggu ritme laga pada hari pertandingan.

Debat Lama Soal Seks dan Performa Atlet

Di dunia olahraga, larangan berhubungan intim sebelum bertanding masih sering dikaitkan dengan dugaan peningkatan testosteron. Banyak yang percaya pantang seks bisa memberi keuntungan fisik bagi atlet, meski anggapan itu terus diperdebatkan.

Dokter yang fokus pada kesehatan pria dan pengobatan seksual, dr Ben Davis, menolak mitos tersebut. Ia menegaskan, “Mitos utama bahwa pantang berhubungan seks ‘menyimpan’ testosteron tidaklah benar.”

TopikIsi UtamaSumber
Kebijakan TuchelPemain Inggris boleh berhubungan intim selama Piala Dunia, kecuali pada hari pertandinganSunday Guardian
Alasan pendukungRuang pribadi dan hubungan emosional dinilai bisa membantu fokus pemainTuchel
Bantahan medisPantang seks tidak terbukti menyimpan testosterondr Ben Davis

Manfaat Psikologis Lebih Menonjol

Dokter spesialis kesehatan pria, dr Jeff Foster, menilai aktivitas seksual bisa memberi manfaat psikologis bagi atlet yang berada di bawah tekanan menjelang pertandingan. Ia menyebutnya dapat membantu pemulihan di antara laga karena menurunkan stres, memperbaiki suasana hati, dan mendorong relaksasi.

Namun, Foster juga menegaskan bahwa manfaat tersebut tidak otomatis membuat pemain lebih cepat berlari atau lebih tajam menendang bola. Ia menjelaskan bahwa seks beberapa jam sebelum laga besar justru kurang ideal karena setelah ejakulasi tubuh meningkatkan prolaktin dan menurunkan dopamin, yang bisa membuat seseorang mengantuk dan kenyang.

Inggris Masih Memburu Target Besar

Kebijakan itu hadir saat Timnas Inggris berada di jalur yang menjanjikan pada Piala Dunia 2026. Jude Bellingham dan rekan-rekannya telah menembus semifinal setelah mengalahkan Norwegia di babak 8 besar.

Artinya, Inggris kini tinggal dua kemenangan lagi untuk mengejar trofi Piala Dunia pertama sejak 1966. Dalam situasi seperti itu, Tuchel memilih memberi ruang di luar lapangan tanpa mengendurkan disiplin pada hari pertandingan.

Berita Terkait