Tutup Dan Karet Tumbler Sering Jadi Sumber Bau, Begini Cara Membersihkannya Agar Tahan Lama

Author: Redaksi Android62

Bau pada tumbler sering kali bukan muncul dari badan wadahnya, melainkan dari bagian kecil yang paling sering terlewat. Tutup dan karet bisa menyimpan lembap serta sisa kotoran, sehingga jadi tempat berkembangnya bakteri penyebab aroma tidak sedap.

Karena itu, membersihkan tumbler tidak cukup hanya dengan membilas bagian dalamnya. Setiap sesi pencucian perlu menyasar seluruh komponen, terutama bagian yang mudah menahan residu dan sulit dijangkau.

Bersihkan bagian yang paling sering luput

Tutup dan karet sebaiknya dilepas setiap kali tumbler dicuci. Langkah ini penting karena celah sempit di dua bagian itu mudah menyimpan sisa minuman yang tidak terlihat.

Sikat halus atau kapas bisa dipakai untuk menjangkau bagian kecil yang sulit dibersihkan. Dengan cara itu, sisa kotoran tidak tertinggal dan bau pun lebih mudah dicegah.

Segera cuci setelah dipakai

Tumbler yang dibiarkan terlalu lama tanpa dicuci lebih berisiko menyimpan bakteri. Risiko ini makin besar jika wadah sebelumnya dipakai untuk kopi, teh, susu, atau minuman manis yang meninggalkan residu.

Air hangat dan sabun cuci piring dapat membantu melarutkan sisa lemak dan gula. Selain itu, cara ini juga membantu menjaga lapisan dalam tumbler tetap aman saat dibersihkan.

Atasi bau yang sudah terlanjur menempel

Jika aroma tidak sedap belum hilang juga, bahan dapur sederhana bisa dipakai untuk membantu menguranginya. Soda kue dapat dicampur satu sendok teh dengan air hangat, lalu dibiarkan selama 30 menit sebelum dibilas.

Cuka putih juga bisa digunakan dengan cara dua sendok makan direndam selama 15 menit. Keduanya membantu menetralisir bau membandel tanpa merusak bahan tumbler.

Pastikan tidak ada sisa lembap

Setelah dicuci, tumbler perlu ditiriskan dalam posisi terbalik di tempat terbuka. Cara ini membantu air keluar lebih cepat dan mengurangi kelembapan yang tertinggal di bagian dalam.

Wadah yang masih basah lalu disimpan tertutup justru lebih mudah memicu jamur dan bakteri. Karena itu, tumbler sebaiknya dibiarkan terbuka sampai benar-benar kering sebelum dipakai lagi.

Perawatan sederhana seperti mencuci segera, melepas tutup dan karet, lalu memastikan semua bagian kering bisa membuat tumbler lebih nyaman dipakai. Kebiasaan ini juga membantu bau tidak sedap muncul lebih lambat dan tidak cepat kembali.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terbaru