Ucapan Kasar Konten Kreator Saat Live di Mie Gacoan, Tuai Kecaman Publik

Author: Redaksi Android62

Permintaan maaf akhirnya muncul setelah potongan siaran langsung Erio Arriom di restoran Mie Gacoan menuai gelombang protes di media sosial. Konten kreator itu sebelumnya menjadi sorotan karena ucapannya dianggap kasar saat meminta pengikut membayar makanannya di ruang live yang bisa ditonton siapa saja.

Melalui akun Instagram pribadinya pada Senin, 18 Mei 2026, Erio mengakui bahwa kata-katanya telah menyinggung banyak orang. Ia juga menyebut dirinya keliru karena membawa isu ekonomi ke dalam kemarahan yang terekam di video dan kemudian menyebar luas.

Dalam klarifikasinya, Erio menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung. Ia secara terbuka menyinggung ucapannya yang dinilai merendahkan dan berkata, “Pertama gue minta maaf dengan pihak yang tersinggung karena gue udah bawa-bawa ekonomi dan ngata-ngatain,”.

Sebelumnya, dalam siaran langsung yang beredar, Erio terlihat menunjukkan barcode pembayaran ke arah kamera. Ia kemudian meminta apakah ada penonton yang mau membayarkan pesanannya, sambil mengatakan, “Ada yang mau bayarin nggak nih. Gue hitung sampe 100 nih,”.

Masalah mulai membesar ketika tidak ada penonton yang menuruti permintaan tersebut. Erio lalu bereaksi dengan kata-kata kasar yang ikut menyinggung kondisi ekonomi para pengikutnya, dan potongan video itu cepat menyebar ke berbagai platform.

Ucapan yang terekam dalam video itu langsung memantik kritik. Dalam rekaman tersebut, Erio terdengar berkata, “Nggak ada. Miskin lu. Miskin semua, ngent anji. Gue bayar sendiri tai. Nggak ada yang bayarin gue. Bangs,”.

Banyak warganet menilai tindakan itu tidak pantas, terutama karena terjadi dalam siaran langsung di ruang publik digital. Bagi mereka, persoalannya bukan hanya permintaan traktir, tetapi juga cara Erio merespons penolakan dengan bahasa yang dianggap merendahkan pengikutnya sendiri.

Sejumlah komentar juga menyoroti tanggung jawab seorang konten kreator saat berinteraksi dengan audiens. Kritik utama muncul karena ucapan itu dinilai melampaui batas candaan dan berubah menjadi serangan verbal yang bisa didengar penonton luas, bukan hanya lingkaran akrabnya.

Erio sendiri mencoba menjelaskan bahwa gaya bicara kasar itu biasa muncul saat ia live bersama penonton setia. Menurut dia, interaksi di komunitasnya memang sering diwarnai saling bercanda dengan kata-kata kasar yang dianggap sebagai bentuk keakraban.

Namun, ia mengakui telah melupakan satu hal penting, yaitu konteks ruang publik. Siaran langsung tersebut tidak hanya dilihat penonton yang sudah mengenal gaya komunikasinya, tetapi juga orang lain yang tidak memahami cara berinteraksi di komunitasnya.

Dalam pernyataannya, Erio juga menegaskan bahwa seharusnya ia tidak membawa ekonomi dan hal-hal yang menyinggung orang lain ke dalam amarahnya. Pengakuan itu muncul setelah kecaman publik terus menguat dan video tersebut makin luas dibicarakan di media sosial.

Kasus ini kembali menunjukkan bahwa satu momen live streaming bisa berubah cepat menjadi polemik besar. Ketika batas antara bercanda di komunitas sendiri dan berbicara di ruang publik tidak dijaga, satu ucapan kasar saja dapat memicu reaksi luas dari warganet.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru