Ulang Tahun Ke-80 Trump Diwarnai UFC di Gedung Putih, Biaya Fantastis Picu Kritik

Gelaran UFC di halaman Gedung Putih menjadi sorotan utama karena berlangsung di tengah ulang tahun Donald Trump yang ke-80. Acara itu sekaligus diposisikan sebagai pembuka peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, namun pemilihan lokasi dan waktunya langsung menuai keberatan.

Pertandingan bertajuk UFC Freedom 250 dijadwalkan berlangsung di South Lawn pada 14 Juni. Sebanyak 14 petarung akan tampil di arena raksasa bernama The Claw, yang disebut sebagai salah satu panggung paling tidak biasa dalam sejarah Gedung Putih.

Biaya besar dan arena sementara

The Claw dibangun khusus untuk acara tersebut dengan ukuran yang disebut mencapai berat 544 ton, lebar 47 meter, dan tinggi 28 meter. Dalam sesi pratinjau, para jurnalis melihat langsung arena itu, yang diklaim lebih tinggi dari Gedung Putih.

Biaya penyelenggaraan acara ini diperkirakan sekitar Rp1,07 triliun dan seluruhnya dibiayai UFC. Kritik pun muncul karena sebagian pihak menilai acara itu tidak peka terhadap kondisi warga Amerika yang tengah menghadapi kenaikan biaya hidup di tengah dampak perang Trump dengan Iran.

Dukungan Trump dan kedekatannya dengan UFC

Trump menyebut acara ini sebagai cara luar biasa untuk memulai peringatan besar Amerika sekaligus merayakan hari lahirnya sendiri. Ia juga menegaskan bahwa seluruh biaya ditanggung UFC dan menyoroti daya tarik pertarungan fisik yang menjadi ciri khas olahraga tersebut.

Dalam komentar kepada New York Post pada 11 Juni, Trump mengatakan, “Mereka adalah orang-orang paling tangguh yang pernah Anda temui. Kalau Anda belum pernah banyak menontonnya, Anda tidak akan percaya.” Pernyataan itu memperlihatkan kedekatannya dengan dunia UFC yang telah lama terjalin.

Hubungan Trump dengan para tokoh UFC juga tercermin dari kehadirannya di beberapa pertandingan sebelumnya. Basis penggemar UFC yang didominasi pria muda dinilai ikut memperkuat kedekatan politiknya dengan segmen pemilih tersebut.

Marco Rubio ikut memberi pujian

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio ikut memberi pujian saat menandatangani perjanjian kerja sama dengan bos UFC Dana White. Ia menyebut acara itu sebagai hadiah untuk rakyat Amerika dan mengatakan promosi seni bela diri campuran ke tingkat internasional menjadi bagian dari tujuan kerja sama tersebut.

Rubio juga menyampaikan bahwa acara tersebut berpotensi ditonton sekitar satu miliar orang di seluruh dunia. Pernyataan itu menegaskan besarnya perhatian publik terhadap pertarungan yang digelar di lingkungan paling simbolis di Amerika Serikat.

Penonton, pengamanan, dan gugatan hukum

Sekitar 4.000 orang dijadwalkan menyaksikan pertandingan langsung di dalam arena. Dana White menyebut lebih dari separuh tiket akan diberikan kepada anggota militer AS, sementara sekitar 125.000 orang diperkirakan menonton dari layar raksasa di Ellipse, area hijau di luar Gedung Putih.

Menjelang pelaksanaan acara, pemerintahan Trump juga menghadapi gugatan hukum yang berupaya menghentikan kegiatan itu. Gugatan tersebut menuduh penggunaan lahan publik dilakukan tidak semestinya untuk menguntungkan sekutu-sekutu presiden.

Gedung Putih membantah tuduhan itu dan tetap melanjutkan persiapan acara. Dalam dokumen pengadilan, Direktur Manajemen dan Administrasi Gedung Putih, Joshua Fisher, menegaskan bahwa The Claw akan segera dibongkar setelah acara selesai.

Lokasi yang sarat simbol politik

The Claw kini berdiri di lokasi yang sama dengan tempat bersejarah seperti penandatanganan Perjanjian Perdamaian Oslo oleh Presiden Bill Clinton pada 1993 dan pidato perpisahan Richard Nixon. Kehadiran arena UFC di titik simbolik itu membuat peringatan ulang tahun Trump berubah menjadi panggung politik, hiburan, dan perdebatan publik sekaligus.

Di tengah pro dan kontra, pertarungan UFC di halaman Gedung Putih ini tercatat sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam lebih dari 200 tahun sejarah institusi tersebut.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait