Undertone menempatkan rekaman audio anonim sebagai pusat teror yang perlahan menghancurkan keyakinan Evy terhadap kenyataan. Suara statis, keheningan, dan pesan tersembunyi membuat rumah masa kecilnya berubah menjadi ruang yang mengancam.
Film horor supernatural asal Kanada ini kini tayang di Netflix setelah menempuh perjalanan di sejumlah festival. Ceritanya tidak mengandalkan banyak karakter, melainkan membangun ketegangan melalui suara-suara yang tidak memiliki wujud.
Teror yang Berangkat dari Audio
Evy adalah pembawa acara podcast paranormal yang pada awal cerita memandang fenomena supranatural secara skeptis. Ia pulang ke rumah masa kecilnya untuk merawat sang ibu yang sedang sekarat.
Di tengah situasi yang sudah menekan itu, Evy dan rekan podcast-nya, Justin, menerima audio dari sepasang suami istri. Pasangan tersebut mengaku mengalami gangguan misterius di rumah mereka dan mengirimkan rekaman sebagai bukti.
Rekaman itu mula-mula hanya terdengar seperti kumpulan bunyi aneh tanpa arti jelas. Setelah diperiksa lebih teliti, Evy menemukan pesan-pesan tersembunyi yang mengarah pada sosok iblis dari cerita rakyat kuno.
Semakin banyak audio yang didengarkan, semakin dekat pula gangguan itu dengan kehidupan Evy. Ia mulai mendengar suara mengerikan dan mengalami kejadian ganjil yang berkaitan dengan kehamilan, kematian, serta kutukan kuno.
Keheningan Menjadi Sumber Ketegangan
Undertone memakai desain suara yang minimalis namun ekstrem untuk menciptakan rasa tidak nyaman. Keheningan dan statis digunakan untuk menahan penonton dalam ketegangan yang terus meningkat.
Pendekatan ini berkaitan dengan apofenia, yaitu kecenderungan manusia menghubungkan suara atau pola acak dengan sesuatu yang dianggap bermakna. Dalam kisah Evy, kecenderungan tersebut membuat batas antara ancaman nyata dan halusinasi semakin sulit dikenali.
Rumah masa kecil yang semula menjadi tempat Evy merawat ibunya lalu berkembang menjadi pusat teror. Saat asal-usul rekaman mulai terbuka, kekuatan jahat itu tidak hanya memburu Evy, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.
Debut Ian Tuason dan Perjalanan Festival
Film ini ditulis sekaligus disutradarai Ian Tuason sebagai debut layar lebarnya. Menurut Sundance Institute, Tuason mengambil inspirasi dari pengalamannya merawat orang tua selama pandemi Covid-19.
Latar personal tersebut memberi bobot pada hubungan Evy dengan ibunya yang sakit. Kesepian di dalam rumah kemudian menjadi landasan bagi kemunculan ancaman yang mula-mula hanya terdengar melalui audio.
| Ajang | Tahun | Pencapaian |
|---|---|---|
| Fantasia International Film Festival | 2025 | Tayang perdana dan meraih penghargaan film Kanada terbaik pilihan penonton |
| Sundance Film Festival | 2026 | Masuk seleksi resmi kategori Midnights |
Setelah pemutaran perdana di Fantasia International Film Festival 2025, Undertone meraih penghargaan film Kanada terbaik pilihan penonton. Hak distribusinya kemudian dibeli A24, yang mulai mendistribusikan film tersebut secara global pada Maret 2026.
Film ini juga masuk program Midnights di Sundance Film Festival 2026, kategori yang menampilkan horor, thriller, dan sinema eksperimental menegangkan. Nina Kiri memerankan Evy, sementara Adam DiMarco tampil sebagai Justin, rekan podcast yang ikut menerima rekaman misterius itu.
